Gelombang perpindahan orang-orang superkaya ke Florida Selatan, Amerika Serikat, mulai terasa nyata di pasar properti mewah. Di Palm Beach, harga rumah bukan lagi sekadar tinggi, melainkan melesat ke level yang kian sulit dijangkau, bahkan oleh pembeli kelas atas.
Data dua konsultan properti, Douglas Elliman dan Miller Samuel, yang dikutip CNBC International pada Jumat (20/10/2023), menunjukkan harga rata-rata penjualan rumah di Palm Beach tembus US$ 20 juta atau sekitar Rp 317 miliar pada kuartal ketiga 2023. Dalam pasar yang sama, harga rata-rata per kaki persegi mencapai US$ 4.554, atau sekitar 2,5 kali lebih mahal dibanding Manhattan, New York.
Pasokan tipis, harga terus tertekan naik
Chris Leavitt, broker ternama Palm Beach di Douglas Elliman, menyebut lonjakan harga itu bukan hal yang mengejutkan. Menurut dia, stok properti di wilayah tersebut sangat terbatas, terutama untuk pembeli dengan kekayaan bersih sangat tinggi yang umumnya mencari rumah tepi danau atau tepi pantai dengan lokasi terbaik.
“Harganya sangat luar biasa,” kata Leavitt, seraya menambahkan bahwa keterbatasan pasokan akan terus menekan pasar dan membuat properti di kawasan itu tetap mahal, termasuk bagi kalangan multijutawan.
Arus miliarder dari negara bagian pajak tinggi
Pertumbuhan pasar rumah mewah di Florida Selatan banyak ditopang perpindahan jutawan dan miliarder dari negara bagian dengan pajak tinggi seperti New York, New Jersey, dan California. Para pembeli superkaya ini juga cenderung membayar tunai, sehingga kenaikan suku bunga hipotek tidak terlalu mengguncang daya beli mereka.
CEO Miller Samuel, Jonathan Miller, mengatakan pada kuartal ketiga hanya ada 53 rumah yang tersedia di Palm Beach. Jumlah itu turun 61 persen dibandingkan periode sebelum pandemi. Kekurangan rumah yang dipasarkan ikut menekan volume transaksi, dengan penjualan turun 31 persen dalam setahun terakhir.
Miami Beach ikut memanas
Tekanan harga tidak hanya terjadi di Palm Beach. Di Miami Beach, harga properti juga naik 62 persen. Douglas Elliman dan Miller Samuel mencatat harga rata-rata real estate mewah di wilayah itu mencapai rekor US$ 25 juta atau sekitar Rp 396 miliar.
Sejumlah nama besar ikut mempertegas arah pasar tersebut. Eric Schmidt, pendiri Google, bersama istrinya, membeli lebih dari setengah lusin rumah di Sunset Islands dengan total pengeluaran US$ 140 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun. Taipan hedge fund Ken Griffin juga memperluas kepemilikannya di Star Island setelah membeli kembali properti senilai US$ 45,5 juta atau sekitar Rp 721 miliar. Sementara Jeff Bezos, pendiri Amazon, menginvestasikan US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,3 triliun untuk dua properti bersebelahan di Indian Creek Village.
Di tengah pasar yang dipenuhi pembeli berduit besar, suku bunga hipotek dan kondisi ekonomi tak banyak mengubah arah transaksi. Yang justru menentukan adalah satu hal yang makin langka: lahan dan rumah premium di lokasi paling diburu.





