Penemuan SIG Menampilkan Daerah yang Menjadi Pusat Bisnis yang Berpotensi

by

Solo Raya kian menegaskan posisinya sebagai salah satu kawasan yang menarik bagi pelaku industri bahan bangunan. Di tengah maraknya pembangunan perumahan, gedung perkantoran, hingga proyek pemerintah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG melihat wilayah ini sebagai pasar yang tumbuh dan masih menyimpan ruang besar untuk berkembang, terutama di sektor infrastruktur.

Momentum itu juga dimanfaatkan SIG melalui kegiatan retailer gathering yang digelar untuk memperkuat hubungan dengan para pemilik toko bangunan. Bagi SIG, pertemuan semacam ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga sarana membangun sinergi agar peluang bisnis baru di Solo Raya bisa terbuka lebih luas.

Semen Gresik dan Dynamix Jadi Andalan di Solo Raya

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, Semen Gresik dan Dynamix menjadi merek semen yang paling diminati di Solo Raya. Menurut dia, posisi itu tidak lepas dari peran para pemilik toko bangunan yang selama ini ikut memengaruhi pilihan tukang bangunan maupun pemilik rumah dalam menentukan produk semen.

“Dukungan dari para pemilik toko bangunan telah membantu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek Semen Gresik dan Dynamix sehingga penjualan kedua produk ini terus meningkat di Solo Raya,” kata Vita Mahreyni.

Dua merek tersebut bahkan meraih penghargaan sebagai merek semen terfavorit masyarakat Solo Raya dalam ajang Solo Best Brand and Innovation (SBBI) 2023. Pengakuan itu memperkuat posisi SIG di tengah persaingan pasar yang kian ketat.

Solusi Beton untuk Kebutuhan Infrastruktur

Selain mengandalkan lini semen, SIG juga menawarkan sejumlah solusi beton yang disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi modern. Di antaranya SpeedCrete, produk untuk perbaikan jalan yang memiliki kekuatan tinggi dan dapat kering dalam hitungan jam. Ada pula ThruCrete, beton dengan daya serap tinggi yang dirancang untuk membantu mengurangi genangan air.

Di sisi lain, SIG juga telah meluncurkan produk semen hidraulis tipe HE pertama di Indonesia yang sudah lolos uji di Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Kementerian Perindustrian. Kehadiran produk ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas portofolio bahan bangunan yang lebih spesifik untuk kebutuhan proyek.

Peran SIG sebagai BUMN Semen

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan perusahaan BUMN di sektor infrastruktur yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia. Pemerintah Indonesia memegang 51 persen saham perusahaan ini. Sejak 2013, SIG bertransformasi menjadi penyedia solusi bahan bangunan terkemuka di kawasan regional, dengan jangkauan pasar yang meliputi Asia, Australia, dan Oceania.

Sebagai induk usaha BUMN semen, SIG membawahi enam anak perusahaan produsen semen, yakni PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja Tbk, dan Thang Long Cement Company, Vietnam. Di bawah payung itu, SIG menyatakan berkomitmen menghadirkan solusi bahan bangunan berkelanjutan yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.