Bundaran HI Penuh Sesak, Jalan Kaki dari Pos Polisi ke Kempinski Bisa 40 Menit
Jakarta Pusat benar-benar berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (31/12/2023) malam. Kawasan Bundaran HI dipadati ribuan warga dari berbagai wilayah Jabodetabek yang datang untuk menyambut malam pergantian tahun. Sejak pukul 22.00 WIB, arus pengunjung terus mengalir dan membuat area yang biasa menjadi simpul lalu lintas itu nyaris tak punya ruang gerak.
Di tengah kerumunan, pejalan kaki harus melangkah pelan, saling menunggu, bahkan kerap terhenti total. Perjalanan singkat dari Pos Polisi Bundaran HI menuju Hotel Kempinski yang biasanya bisa ditempuh dalam hitungan menit, malam itu memakan waktu lebih dari 40 menit. Situasi tersebut terjadi karena trotoar, sisi jalan, hingga area sekitar air mancur dipenuhi orang yang memilih duduk, berdiri, atau sekadar berhenti untuk melihat suasana.
Kerumunan Padat di Sekitar Air Mancur
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa mulai menumpuk di sekitar Air Mancur Bundaran HI dan menjalar ke berbagai sisi kawasan. Warga tampak berdesakan seperti semut, berebut posisi yang dianggap paling dekat untuk menikmati suasana malam tahun baru. Kondisi ini membuat ruang bagi pejalan kaki semakin sempit, bahkan nyaris tidak tersedia.
Tak sedikit warga yang akhirnya harus membuka jalan sendiri di tengah arus manusia yang berhenti dan bergerak bersamaan. Di beberapa titik, situasi itu memicu adu mulut karena saling dorong saat berusaha melintas. Meski sempat memanas, ketegangan tidak berkembang menjadi perkelahian fisik.
Adu Mulut di Tengah Desakan Massa
Suara protes terdengar dari sejumlah pengunjung yang kesulitan bergerak. Seorang pria yang menggendong anaknya terdengar berteriak meminta orang-orang di depannya tidak mendorong. Dari sisi lain, seorang perempuan menimpali bahwa jalur yang tersedia memang sudah tertutup orang yang duduk dan berhenti di tengah lintasan.
Seorang warga lain mencoba menenangkan situasi sambil meminta semua pihak bersabar karena dari arah depan pun kerumunan sama padatnya. Percakapan singkat itu menggambarkan betapa sulitnya berpindah tempat di kawasan Bundaran HI malam itu. Tidak ada ruang lega untuk berjalan, apalagi melintas tanpa bersentuhan dengan pengunjung lain.
Arus Warga Terus Mengalir dari Berbagai Arah
Hingga malam semakin larut, kawasan Bundaran HI tetap didatangi warga dari berbagai penjuru, termasuk dari arah Jalan Imam Bonjol, Jalan Sudirman, dan Jalan Prof. Moh. Yamin. Setiap akses menuju pusat keramaian itu tampak dipadati orang yang ingin ikut menyaksikan momen pergantian tahun di salah satu titik paling ikonik di ibu kota.
Padatnya pengunjung membuat kawasan tersebut bukan hanya menjadi lokasi perayaan, tetapi juga ruang yang menguji kesabaran. Di tengah sorak-sorai dan antusiasme warga, Bundaran HI malam itu lebih menyerupai titik temu ribuan langkah yang saling berebut ruang, sementara jalan kaki sekadar beberapa ratus meter pun berubah menjadi perjalanan panjang.





