Doa dan Selawat Menyertai Pemakaman Rizal Ramli di TPU Jeruk Purut

by

JAKARTA — Gerimis tipis dan lantunan doa mengiringi detik-detik terakhir pemakaman mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli di TPU Jeruk Purut, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (4/1/2024). Di antara payung-payung yang terbuka dan langkah yang tertahan, suasana duka terasa begitu pekat ketika jenazah tokoh yang dikenal lugas dan kerap mengkritik kebijakan pemerintah itu tiba untuk dimakamkan.

Jenazah Tiba dan Langsung Dikebumikan

Jenazah Rizal Ramli tiba di TPU Jeruk Purut pada pukul 12.55 WIB. Tak lama berselang, prosesi pemakaman langsung dimulai tanpa banyak jeda. Keluarga, kerabat, dan saudara yang hadir berdiri rapat di sekitar liang lahat sambil membaca doa dan selawat, mengiringi almarhum menuju peristirahatan terakhirnya.

Rangkaian pemakaman berlangsung khidmat dan sederhana. Tidak ada suasana yang berlebihan, namun justru dari kesederhanaan itu tampak kuat kesan perpisahan yang mendalam. Bagi keluarga, momen tersebut menjadi cara terakhir untuk mengantarkan Rizal Ramli dengan tenang, di tengah hujan gerimis yang sesekali turun membasahi area pemakaman.

Sejumlah Tokoh Hadir Memberi Penghormatan

Sejumlah tokoh turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, ekonom Hendri Saparini, pengamat politik Rocky Gerung, dan aktivis Hariman Siregar. Kehadiran mereka menunjukkan besarnya jejak Rizal Ramli di ruang publik, yang tak hanya berkaitan dengan pemerintahan, tetapi juga ekonomi dan diskursus sosial-politik nasional.

Di tengah prosesi, keluarga juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan Rizal Ramli semasa hidup, baik yang disengaja maupun tidak. Ucapan itu menjadi bagian dari adat perpisahan yang sarat makna, sekaligus pengingat bahwa di balik sosok publik yang kerap tampil tegas, ada keluarga yang melepasnya dengan doa dan kerendahan hati.

Dimakamkan di Samping Makam Istri

Rizal Ramli dimakamkan berdampingan dengan makam istrinya yang lebih dulu beristirahat di TPU Jeruk Purut. Letak pusara itu memberi lapisan lain pada perpisahan hari ini: bukan semata pelepasan seorang pejabat dan ekonom senior, melainkan juga penyatuan kembali seorang suami dengan pasangan hidupnya.

Gerimis yang terus turun membuat suasana pemakaman kian syahdu. Saat tanah perlahan menutup liang lahat, doa tetap dibacakan tanpa henti, menandai berakhirnya perjalanan seorang Rizal Ramli yang selama hidupnya dikenal sering hadir dalam perdebatan besar tentang arah kebijakan dan kepentingan publik.