Jelang Debat Perdana Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil Latih Public Speaking hingga Pantun
JAKARTA – Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil, mulai membuka sedikit gambaran soal persiapannya menghadapi debat perdana Pilkada Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (6/10/2024). Bukan hanya soal materi, mantan Gubernur Jawa Barat itu mengaku juga tengah mengasah cara berbicara agar pesan yang dibawa tetap mengalir di tengah waktu debat yang terbatas.
Latihan bersama Suswono sebelum debat
Ridwan Kamil mengatakan dirinya sudah menjalani latihan sejak Sabtu dan mengikuti pengarahan bersama calon wakil gubernurnya, Suswono. Persiapan itu, menurut dia, tidak berhenti pada penguatan ide dan gagasan, melainkan juga menyentuh aspek penyampaian agar tampil lebih tenang di panggung debat.
“Debat kalau tidak salah hari Sabtu sudah latihan, saya dan Pak Sus (Suswono) juga ada brief-nya,” kata Ridwan Kamil di Kantor DPD Golkar Jakarta, Senin (30/9/2024).
Tak hanya materi, tapi juga cara menyampaikan
Ridwan Kamil menilai tantangan utama dalam debat justru terletak pada keterbatasan waktu. Ia ingin sebanyak mungkin gagasan bisa disampaikan, namun tetap dengan ritme yang rapi dan tidak membuat suasana kaku. Karena itu, persiapan public speaking menjadi bagian penting dalam latihannya kali ini.
“Tantangan debat itu ingin ide-ide banyak disampaikan namun waktunya terbatas. Jadi, kami tidak hanya berlatih mengenai ide tapi juga public speaking agar tidak terlalu tegang, membuat suasana ceria,” ujar Kang Emil.
Pantun sebagai cara mencairkan suasana
Di tengah keseriusan menjelang debat, Ridwan Kamil menyelipkan humor dengan menyebut dirinya juga tengah berlatih pantun. Menurut dia, elemen ringan seperti pantun bisa menjadi cara untuk mencairkan suasana debat agar tidak berlangsung terlalu tegang.
“Kami sedang berlatih banyak pantun, salah satunya agar debatnya tidak terlalu tegang,” tambahnya.
Dengan bekal itu, Ridwan Kamil tampak ingin tampil bukan hanya sebagai kandidat yang siap adu gagasan, tetapi juga sebagai figur yang mampu menjaga suasana tetap hidup di panggung debat politik paling awal menuju Pilkada Jakarta.





