Profil Teguh Setyabudi, Pj Gubernur Jakarta yang Kini Memiliki Gelar Doktor dari IPDN

by

Profil Teguh Setyabudi, Pj Gubernur Jakarta yang Kini Bergelar Doktor dari IPDN

JAKARTA — Teguh Setyabudi resmi menambah satu bab penting dalam perjalanan karier birokrasi nasionalnya. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri itu dilantik sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta pada Jumat, 18 Oktober 2024, menggantikan Heru Budi Hartono. Pelantikan yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan TP PKK, sebagaimana disampaikan Plh Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Aang Witarsa.

Didukung mayoritas fraksi DPRD Jakarta

Penunjukan Teguh bukan tanpa dukungan politik di daerah. Dari DPRD Jakarta, delapan fraksi disebut mengusulkan namanya untuk menduduki kursi Pj Gubernur. Kedelapan fraksi itu ialah PKS, Gerindra, Golkar, PKB-PPP, PAN, Demokrat, Partai Perindo, PSI, dan Nasdem. Dalam proses tersebut, Teguh mengungguli dua nama lain yang ikut dipertimbangkan, yakni Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik dan Plt Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir.

Jejak panjang dari Purwokerto ke Jakarta

Teguh Setyabudi lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, pada 8 Maret 1967. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan meraih gelar sarjana Ilmu Pemerintahan. Di kampus itu pula, Teguh pernah memimpin sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fisipol UGM pada 1987–1988. Ia kemudian lulus sebagai lulusan terbaik Fisipol UGM pada 1991.

Selepas kuliah, Teguh langsung diterima bekerja di Badan Diklat Departemen Dalam Negeri melalui program khusus. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1993, ia resmi berstatus sebagai PNS atau ASN. Kariernya terus menanjak seiring penugasan di berbagai posisi strategis di lingkungan pemerintahan.

Menempuh pendidikan lanjut hingga meraih doktor cumlaude

Perjalanan akademik Teguh berlanjut ke jenjang pascasarjana. Pada 1997, ia meraih gelar Magister Pendidikan (M.Pd) dari IKIP Negeri Jakarta, yang kini dikenal sebagai Universitas Negeri Jakarta. Tidak berhenti di situ, Teguh kemudian menempuh pendidikan doktoral di Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan lulus pada 2020 dengan predikat cumlaude dalam bidang Ilmu Pemerintahan.

Riwayat pendidikan dan pengabdian itu kini menjadi modal penting saat ia memasuki salah satu jabatan paling strategis di ibu kota. Dengan pengalaman panjang di Kemendagri, Teguh datang ke Jakarta membawa rekam jejak birokrasi yang telah dibangun selama puluhan tahun.