Calon Wali Kota Bekasi nomor urut 1, Heri Koswara, menilai penertiban parkir liar di Kota Bekasi tidak cukup hanya dengan pendekatan penindakan. Menurut dia, persoalan itu harus dibaca lebih dalam sebagai soal tata kelola sekaligus pemberdayaan warga, terutama mereka yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor informal.
Pemberdayaan Jadi Kunci
Heri menyebut, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperkuat sumber daya manusia agar pemerintah bisa memahami akar persoalan di lapangan. Dengan begitu, penanganan parkir liar tidak sekadar memindahkan masalah dari satu titik ke titik lain.
"Hal yang pasti adalah pemberdayaan. Mudah-mudahan nanti kita bisa melihat bagaimana seharusnya masalahnya," ujar Heri pada Kamis (17/10/2024).
Ia menilai, maraknya parkir liar di Kota Bekasi juga tidak bisa dilepaskan dari terbatasnya lapangan kerja. Karena itu, solusi yang ditempuh semestinya tidak hanya menertibkan, tetapi juga membuka ruang agar para pelaku di lapangan bisa diarahkan ke skema yang lebih tertib dan produktif.
Potensi Pendapatan Daerah
Menurut Heri, jika pengelolaan dilakukan dengan serius, parkir justru bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang signifikan. Selama ini, potensi itu kerap tidak optimal karena pengelolaannya berjalan tidak rapi dan tidak masuk ke sistem resmi.
"Parkir ini seharusnya dapat menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang besar. Nanti kita akan mendiskusikan apa yang terbaik untuk dilakukan," tambah Heri.
Libatkan Pihak Ketiga
Salah satu opsi yang ia dorong adalah melibatkan pihak ketiga di luar pemerintah Kota Bekasi untuk mengelola area parkir secara lebih profesional. Skema itu, kata Heri, dapat membantu memastikan retribusi masuk ke kas daerah, seperti yang lazim diterapkan di pusat perbelanjaan.
"Solusi dengan melibatkan pihak ketiga merupakan langkah yang baik. Nanti kita akan mendiskusikan apa yang terbaik karena sebagian besar mall besar sudah menggunakan pihak ketiga," tutupnya.





