Excited Crowds Welcome Prabowo Subianto and Defense Minister Sjafrie as They Ride Maung in Handover Ceremony

by

Jakarta — Riuh tepuk tangan dan sorak-sorai mewarnai area Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (22/10), saat Presiden ke-8 Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin keluar bersama usai upacara serah terima memorandum. Kehadiran keduanya seketika menyedot perhatian warga dan personel militer yang sejak awal memadati sekitar lokasi acara.

Prabowo dan Sjafrie Naik Maung ke Istana

Prosesi serah terima berlangsung dengan rangkaian formal, mulai dari salam seremonial hingga penyerahan memorandum dari Prabowo kepada Sjafrie. Momen itu menjadi penanda berakhirnya satu tahap tugas dan dimulainya tanggung jawab baru di tubuh Kementerian Pertahanan yang kini dipimpin Sjafrie.

Usai acara, keduanya menaiki Maung, kendaraan produksi PT Pindad, untuk meninggalkan kompleks Kementerian Pertahanan menuju Istana Negara. Sepanjang perjalanan, suasana di tepi jalan tampak hidup. Warga yang menyaksikan iring-iringan itu beberapa kali meneriakkan nama Prabowo sambil melambaikan tangan.

“Pak Prabowo! Bapak Presiden!” seru sejumlah warga ketika kendaraan melintas.

Kedekatan yang Terbangun Sejak Akademi Militer

Hubungan Prabowo dan Sjafrie bukan cerita baru. Keduanya telah saling mengenal sejak muda dan menempuh perjalanan panjang bersama di lingkungan militer. Sjafrie bahkan beberapa kali mengunggah foto kebersamaan mereka di akun Instagram pribadinya, @sjafrie_sjamsoeddin, yang memperlihatkan keduanya duduk berdampingan pada masa awal pengabdian.

Setelah lulus dari Akademi Militer pada 1974, Prabowo dan Sjafrie sama-sama bergabung dengan Korps Brigade Merah, Kopassus. Mereka juga pernah bertugas bersama dalam sejumlah operasi penting, termasuk di Timor Timur. Jejak kebersamaan itu kemudian berlanjut hingga ke ruang-ruang pengambilan keputusan di bidang pertahanan dan pemerintahan.

Jejak Panjang Sjafrie di Pertahanan Negara

Dalam perjalanan kariernya, Sjafrie mengisi sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat Asisten Urusan Teritorial kepada Kepala Staf TNI, penasihat kepada Panglima Angkatan Bersenjata, Koordinator Staf Penasehat Panglima, serta Kepala Pusat Informasi TNI pada 2002. Pada 2005-2010, ia menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, ketika lembaga itu masih bernama Departemen Pertahanan sebelum resmi berganti nama menjadi Kementerian Pertahanan pada 6 November 2008.

Setelah pensiun dari dinas militer aktif pada 2010, Sjafrie beralih ke jabatan sipil di bidang pertahanan. Ia sempat menjabat Wakil Menteri Pertahanan pada 2010-2014 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lalu kembali dipercaya sebagai Asisten Menteri Pertahanan untuk Manajemen Pertahanan pada 2019-2024.

Puncak perjalanan itu datang ketika Presiden Prabowo melantiknya sebagai Menteri Pertahanan Kabinet Merah Putih pada Senin, 21 Oktober 2024. Serah terima pada Selasa kemarin menjadi awal babak baru bagi Sjafrie, kali ini di kementerian yang tak asing bagi sebagian besar lintasan kariernya. (RR)

Source link