Penggerebekan pesta gay di salah satu hotel kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, membuka fakta baru yang tak berhenti pada jumlah orang yang diamankan. Polisi menyebut, sebagian peserta yang terjaring ternyata bukan pria lajang. Beberapa di antaranya bahkan sudah berkeluarga dan diduga ikut menanggung biaya kamar hotel yang dipakai untuk kegiatan tersebut.
Sejumlah peserta disebut sudah berkeluarga
Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Iskandarsyah mengatakan, dari tiga tersangka yang telah ditetapkan, yakni RH alias R, RE alias E, dan BP alias D, ada dua orang yang sudah memiliki pasangan hidup. Keduanya diduga ikut membiayai sewa kamar hotel. Sementara satu tersangka lainnya berperan dalam perekrutan peserta.
“Beberapa dari peserta pesta tersebut sudah memiliki pasangan hidup,” ujar Iskandarsyah. Setelah penggerebekan dilakukan, polisi kemudian menghubungi pihak keluarga untuk menjemput para peserta di kantor polisi.
Perekrutan berawal dari satu orang
Sebelumnya, polisi mengamankan 56 pria dalam penggerebekan di hotel itu. Dari jumlah tersebut, tiga orang kemudian dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyebut, salah satu tersangka mulanya merekrut 20 peserta untuk hadir dalam acara tersebut.
Ajakan itu kemudian merembet ke orang lain melalui pola berantai. Dari satu perekrut, undangan menyebar ke peserta lain hingga jumlah yang datang membengkak. Pola ini membuat penyidik menelusuri lebih jauh hubungan antarpeserta, termasuk siapa yang menghubungi siapa dan bagaimana acara itu bisa terhimpun di satu lokasi.
Polisi telusuri peran tiap tersangka
Hingga kini, polisi masih mendalami peran masing-masing tersangka serta keterkaitan para peserta dalam kegiatan yang digelar di hotel kawasan elit Jakarta Selatan itu. Pengungkapan terbaru ini memperlihatkan bahwa kasus tersebut bukan sekadar soal penggerebekan, melainkan juga soal jejaring ajakan yang dibangun secara tertutup dan berlapis.






