Jakarta — Kedatangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia pada Selasa malam, 11 Februari 2025, menjadi penanda lain kedekatan diplomatik dua negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut langsung Erdogan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dalam suasana yang berlangsung hangat dan penuh protokoler kenegaraan.
Sambutan hangat di Halim
Erdogan tiba sekitar pukul 18.30 WIB dan disambut pasukan kehormatan serta karpet merah. Saat bertemu Prabowo, Erdogan membuka sapaan dengan kalimat, “Assalamualaikum, how are you?”, yang langsung dibalas dengan senyum ramah oleh Presiden RI. Dalam momen singkat itu, Prabowo juga memperkenalkan kontingen Turki yang ikut mendampingi kedatangan Erdogan.
Keduanya sempat menyapa awak media Indonesia sebelum bergerak menuju mobil rangkaian yang telah disiapkan. Dari landasan udara, konvoi kendaraan Presiden Turki kemudian melaju dengan pengawalan 17 motor Polisi Militer menuju hotel tempat Erdogan bermalam selama kunjungan kerja di Indonesia.
Agenda memperkuat hubungan bilateral
Kunjungan Erdogan ke Jakarta membawa agenda yang lebih luas dari sekadar seremoni penyambutan. Lawatan ini ditujukan untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Turki, yang selama ini memiliki kerja sama di sejumlah bidang strategis. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 12 Februari 2025.
Momentum kedatangan Erdogan menegaskan bahwa hubungan Jakarta-Ankara terus dijaga pada level tinggi. Di tengah dinamika geopolitik global, pertemuan kedua pemimpin ini dipandang penting untuk membuka ruang pembicaraan yang lebih intens, sekaligus menunjukkan kedekatan politik dan simbolik antara Indonesia dan Turki.

