Porsche Pangkas Pekerjaan: Dampak Lemahnya Permintaan EV

by -131 Views

Volkswagen Group, termasuk Porsche sebagai salah satu merek pentingnya, sedang menanggung beban sulit dalam industri otomotif. Dengan tahun 2024 semakin mendekat dan ketidakpastian di masa depan, Porsche berencana untuk mengurangi jumlah karyawan hingga 1.900 di berbagai lokasi di Jerman. Meskipun pada tahun sebelumnya Porsche tidak memperpanjang kontrak untuk 1.500 pekerja kontrak dan kontrak 500 pekerja lainnya akan segera berakhir, rencana baru ini menetapkan pemangkasan lebih lanjut dalam beberapa tahun mendatang.

Fokus utama penurunan jumlah karyawan akan dilakukan di fasilitas utama Porsche di Stuttgart dan sekitarnya. Perusahaan berharap bisa melakukan pemangkasan tanpa menggunakan pemutusan hubungan kerja, dengan paket pensiun dini sebagai salah satu faktor utama. Di tengah penurunan penjualan mobil listrik secara global dan persaingan ketat dari China, produsen mobil mulai meninjau ulang strategi keuntungan mereka. Penjualan global Porsche yang turun 3 persen tahun lalu, terutama di China yang mengalami penurunan 28 persen, menunjukkan bahwa pasar otomotif saat ini dilanda ketidakpastian.

Berita ini juga datang setelah Volkswagen Group berhasil mempertahankan pabrik-pabrik mereka di Jerman tanpa penutupan, dengan syarat tidak ada kenaikan upah hingga tahun 2031 dan pemutusan hubungan kerja hingga 35.000 karyawan. Semua ini terjadi dalam konteks ketidakpastian pasar otomotif global akibat tarif dan perang dagang yang diperkenalkan oleh pemerintahan Trump. Dengan kondisi ini, produsen mobil terus menghadapi tantangan besar untuk tetap beradaptasi dan kompetitif di masa depan.