SIDRAP — Pencurian perangkat pemantau gempa milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali terjadi di Sulawesi Selatan. Kasus ini kini masuk tahap penyelidikan kepolisian, setelah sejumlah peralatan penting di Kabupaten Sidrap raib dari lokasi pemasangan.
Polisi Dalami Kasus di Watang Pulu
Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Setiawan Sunarto, membenarkan bahwa pihaknya tengah menelusuri kasus tersebut. Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan pencurian terjadi di Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, pada 12 Februari sekitar pukul 23.00 WITA.
Dalam kejadian itu, pelaku membawa kabur enam unit aki yang digunakan untuk menghidupkan sensor seismograf. Selain itu, dua unit panel surya yang terpasang di shelter stasiun SPSI juga ikut hilang. Peralatan tersebut merupakan bagian dari sistem monitoring gempa dan peringatan dini tsunami yang sangat bergantung pada pasokan daya di lapangan.
Bukan Kali Pertama Terjadi
Daryono menyebut ini merupakan keempat kalinya pencurian dan perusakan peralatan BMKG terjadi di lokasi yang sama. Jika dihitung secara keseluruhan, ada 10 kasus pencurian dan perusakan terhadap perangkat itu sejak 2015. Kondisi tersebut membuat BMKG mengambil langkah pencegahan dengan mencabut seluruh peralatan yang masih tersisa agar kerugian tidak bertambah.
Kasus serupa sebelumnya juga tercatat di sejumlah daerah lain, mulai dari Garut, Sumatera Selatan, Bengkulu, Riau, Aceh Selatan, Papua Barat, Jambi, Tambrauw, hingga Aceh Singkil. Sidrap kini kembali masuk daftar daerah yang peralatan pemantauan gempanya menjadi sasaran pencurian.
Risiko Mengganggu Pemantauan
Peralatan yang hilang bukan sekadar barang bernilai material, melainkan bagian dari jaringan pemantauan kebencanaan. Kehilangan aki dan panel surya dapat mengganggu operasional sensor di titik pengamatan, terutama karena sistem tersebut membutuhkan dukungan listrik agar tetap aktif. Di tengah upaya memperkuat sistem peringatan dini, kasus seperti ini justru membuat kerja pemantauan di lapangan terhambat.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan kasus-kasus serupa sebelumnya. BMKG pun menghadapi tantangan berulang dalam menjaga infrastruktur vital yang ditempatkan di wilayah rawan.





