Menjelang Idul Fitri, layanan penukaran uang rupiah dan pasar murah Ramadan hadir lebih dekat ke warga kepulauan Makassar. Di Pulau Lae-lae, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda resmi membuka kegiatan Serambi Pinisi, yang menjadi salah satu upaya menjaga ketersediaan uang layak edar sekaligus mendorong pemahaman masyarakat terhadap transaksi digital.
Serambi Pinisi Hadir di Pulau Lae-lae
Kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada layanan penukaran uang rupiah, tetapi juga dirangkaikan dengan pasar murah Ramadan. BI Sulsel menyiapkan program serupa di Pulau Barang Lompo dan Pulau Lakkang, sehingga layanan dapat menjangkau lebih banyak warga di wilayah kepulauan.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Andi Zulkifli Nanda, Pemerintah Kota Makassar menyampaikan apresiasi atas langkah BI yang dinilai memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah melihat kegiatan ini bukan semata soal penukaran uang, melainkan juga bagian dari edukasi keuangan yang lebih luas, termasuk pemahaman penggunaan QRIS sebagai sarana digitalisasi pembayaran.
Fokus pada Uang Layak Edar dan Literasi Digital
Rizki Ernadi Wimanda menjelaskan, Serambi Pinisi digelar untuk memastikan uang tunai berkualitas tersedia menjelang Idul Fitri. Di saat yang sama, BI juga ingin memperluas pemahaman warga mengenai transaksi digital melalui QRIS agar masyarakat makin terbiasa dengan sistem pembayaran non-tunai.
Selain layanan penukaran uang, paket sembako dijual dengan harga spesial bagi pengguna QRIS. BI juga memastikan layanan BI Fast tetap beroperasi selama libur panjang, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat tetap terlayani. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gendang oleh para pejabat yang hadir, sebagai penanda dimulainya layanan bagi warga Pulau Lae-lae.
Menjangkau Warga Kepulauan
Untuk masyarakat yang ingin menukar uang, BI menyediakan pecahan uang dengan jumlah tertentu. Skema layanan ini diharapkan membantu warga memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran tanpa harus menyeberang jauh ke pusat kota. Di tengah dorongan digitalisasi keuangan, kehadiran layanan seperti Serambi Pinisi menjadi penghubung antara kebutuhan tunai harian dan kebiasaan transaksi modern yang terus diperkenalkan kepada masyarakat.
Source link





