Audi kembali menyegarkan lini sedan listrik andalannya dengan menghadirkan E-Tron GT versi dasar, setelah hampir setahun fokus pada varian S dan RS yang lebih bertenaga. Meski perubahan visualnya nyaris tak kentara, model ini datang dengan posisi yang lebih menarik bagi pembeli yang menginginkan performa tinggi tanpa harus naik ke trim tertinggi. Di permukaan, pembeda utamanya hanya aksen hitam di bagian depan serta absennya emblem S atau RS di buritan.
Lebih ringan, tetap kencang
Berbeda dari model S yang tampil lebih agresif, E-Tron GT entry-level ini tetap mengandalkan sistem penggerak semua roda Quattro dengan dua motor listrik. Tenaganya mencapai 496 tenaga kuda, atau 577 hp saat launch control aktif. Dengan bobot yang lebih ringan dibandingkan varian S, sedan listrik ini mampu melesat dari 0-62 mph atau 0-100 km/jam dalam empat detik. Untuk ukuran mobil listrik premium, angka itu tetap tergolong sangat cepat.
Jarak tempuh jadi nilai jual utama
Keunggulan lain yang ditawarkan E-Tron GT ada pada efisiensi. Audi menyebut mobil ini mampu menempuh hingga 386,5 mil atau 622 kilometer dalam siklus WLTP, lebih jauh ketimbang model S. Waktu pengisian dayanya juga tergolong singkat, yakni 10-80 persen hanya dalam 18 menit. Kombinasi jarak tempuh yang lebih panjang dan pengisian cepat membuat model dasar ini terasa lebih rasional di tengah persaingan sedan listrik performa tinggi.
Harga lebih rendah, tetap masuk kelas mahal
Di Jerman, Audi E-Tron GT dibanderol mulai dari €108.900. Harga itu memang lebih terjangkau dibanding varian yang lebih tinggi, meski tetap menempatkannya di kelas premium. Di pasar lain, seperti Amerika Serikat, harga resminya belum diumumkan. Namun, Audi diperkirakan tetap akan memosisikan model entry-level ini di kisaran enam digit. Di sisi lain, kompetitor seperti Porsche Taycan 4 disebut tersedia dengan harga yang sedikit lebih murah, sehingga persaingan di segmen ini masih akan ketat.
Source link





