Kerugian Negara Kasus Korupsi Laptop Kemendikbud: Perhitungan Kejagung

by

JAKARTA — Kejaksaan Agung belum mengumumkan angka pasti kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop untuk Program Digitalisasi Pendidikan Kemendikbud periode 2019-2022. Hingga kini, penyidik masih menghitung nilai kerugian keuangan negara bersama ahli keuangan negara.

Penghitungan kerugian masih berjalan

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, mengatakan proses tersebut dilakukan oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. Menurut dia, tim penyidik terus berkoordinasi dengan para ahli untuk mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan sebelum angka kerugian itu dipastikan.

“Terkait dengan kerugian keuangan negara, itu masih dalam proses penghitungan,” ujar Harli. Ia menegaskan, dari dokumen yang sudah dikantongi penyidik, unsur kerugian negara memang telah terindikasi. Namun, besaran pastinya belum bisa diumumkan karena masih menunggu hasil perhitungan yang lebih lengkap.

Indikasi pemufakatan jahat dalam pengadaan Chromebook

Di sisi lain, Kejagung juga menemukan adanya dugaan pemufakatan jahat dalam proses pengadaan tersebut. Menurut Harli, ada pengarahan khusus terkait kajian pengadaan laptop dengan alasan teknologi pendidikan.

Dalam kajian itu, skenario penggunaan sistem Chromebook sudah disiapkan sejak awal. Padahal, hasil uji coba pada 2019 disebut menunjukkan bahwa perangkat tersebut tidak efektif digunakan sebagai sarana pembelajaran.

Fokus penyidik pada pembuktian kerugian

Karena itu, penghitungan kerugian keuangan negara menjadi bagian penting dalam penguatan pembuktian perkara ini. Penyidik masih menelusuri dokumen dan data pendukung agar nilai kerugian yang muncul tidak sekadar perkiraan, melainkan hasil perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Kasus ini menambah sorotan terhadap program digitalisasi pendidikan yang semestinya memperkuat akses belajar, tetapi kini justru menyeret dugaan penyimpangan dalam pengadaan perangkat di lingkungan Kemendikbud.

Source link