MAROS — Keris Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan menjadi salah satu koleksi yang dipamerkan di Kabupaten Maros selama tiga hari berturut-turut, 3-5 Juli 2025. Kehadiran pusaka milik kepala negara itu menjadi bagian dari rangkaian besar budaya Gau Maraja Leang-leang 2025, yang dipusatkan di Baruga B Kantor Bupati Maros dan terbuka untuk umum.
Keris Presiden dan pusaka raja-raja Sulsel
Selain keris Presiden Prabowo, pameran juga akan menampilkan lima keris milik Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Sejumlah keris bertuah milik raja-raja di Sulawesi Selatan pun dijadwalkan hadir, bersama para raja adat dari berbagai kerajaan di daerah itu. Pameran ini diposisikan bukan sekadar etalase benda pusaka, melainkan ruang temu antara sejarah, simbol kekuasaan, dan tradisi yang masih hidup di masyarakat.
Pengamanan keris Presiden akan dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan. Fadli Zon sendiri dijadwalkan membuka langsung pameran tersebut dan berada di Maros selama dua hari untuk mengikuti seluruh rangkaian Gau Maraja Leang-leang 2025.
540 peserta simposium dari 12 negara
Di luar pameran keris, agenda budaya ini juga diisi simposium internasional yang melibatkan 540 peserta dari 12 negara, yakni Australia, Inggris, Yaman, Filipina, Singapura, Jepang, India, Pakistan, Botswana, Nigeria, Brunei, dan Malaysia. Kehadiran peserta lintas negara itu menegaskan bahwa Leang-Leang tidak hanya dilihat sebagai situs lokal, tetapi juga ruang diskusi tentang warisan budaya yang lebih luas.
Kirab budaya dengan 2.000 peserta turut disiapkan, disusul kunjungan situs budaya di kawasan Leang-Leang untuk siswa SMP dan SMA di Maros. Rangkaian ini dirancang agar generasi muda ikut bersentuhan langsung dengan nilai sejarah yang menyelimuti kawasan tersebut.
Leang-Leang digarap sebagai etalase warisan peradaban
Panitia juga menyiapkan seni instalasi cahaya, festival lagu daerah, pameran UMKM, porong-porong, lomba permainan rakyat, hingga penampilan musik keroncong dari Kementerian Kebudayaan. Agenda pertemuan Wija Lapatau dan pencucian pusaka massal ikut dimasukkan dalam susunan acara. Selama kegiatan berlangsung, akses ke kawasan wisata Leang-Leang akan digratiskan.
Seluruh rangkaian Gau Maraja Leang-leang 2025 diarahkan untuk memperkuat posisi Leang-Leang sebagai warisan peradaban dunia. Dari pameran pusaka hingga pertunjukan seni, Maros disiapkan menjadi panggung besar yang mempertemukan sejarah, identitas, dan promosi budaya dalam satu momentum.
Source link





