Stellantis Menghentikan Pengembangan Hidrogen: Apa yang Terjadi?

by

Hidrogen merupakan topik yang mulai menarik perhatian dalam industri otomotif. Beberapa produsen mobil, termasuk Stellantis, berencana masuk ke pasar kendaraan listrik dengan sel bahan bakar hidrogen. Meskipun Stellantis menginvestasikan dana besar untuk teknologi ini, mereka akhirnya memutuskan untuk menghentikan proyek pengembangan kendaraan komersial berbahan bakar hidrogen. Keputusan tersebut juga membatalkan rencana peluncuran mobil bertenaga hidrogen tahun ini.

Pada awalnya, Stellantis berencana untuk memproduksi van berukuran sedang di Prancis dan van besar di Polandia. Namun, ketidakpastian terkait infrastruktur pengisian bahan bakar dan kurangnya insentif pemerintah membuat Stellantis menutup program pengembangan hidrogen tersebut. Meskipun Stellantis menghentikan programnya, produsen mobil lain seperti Toyota dan Hyundai tetap berkomitmen pada teknologi hidrogen untuk kendaraan masa depan.

Toyota, misalnya, mengembangkan generasi ketiga sel bahan bakar hidrogen dan bersiap untuk meluncurkan mobil hidrogen produksi pertama pada tahun 2028. Hyundai juga meluncurkan kendaraan berbahan bakar hidrogen seperti crossover Nexo dan truk Xcient. Selain itu, Honda memiliki rencana untuk memproduksi modul sel bahan bakar generasi berikutnya mulai tahun 2027.

Meskipun beberapa produsen mulai menunjukkan ketertarikan pada teknologi hidrogen untuk kendaraan roda empat, seperti Renault Alpine yang merancang supercar berbahan bakar hidrogen, tantangan terbesar tetap berada pada infrastruktur pengisian bahan bakar yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan kendaraan hidrogen. Meskipun beberapa produsen masih tetap berkomitmen pada teknologi hidrogen, masalah infrastruktur dan biaya tetap menjadi kendala dalam pengembangan kendaraan listrik berbahan bakar hidrogen.

Source link