Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris: Detil Operasi Terbaru

by

Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Empat Daerah, Diduga Aktif dalam Struktur Kelompok

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali melakukan penindakan terhadap jaringan terorisme. Dalam operasi yang berlangsung pada 17-18 Juli, empat terduga pelaku teror ditangkap di empat wilayah berbeda, yakni Depok dan Bogor di Jawa Barat, Berau di Kalimantan Timur, serta Toli-Toli di Sulawesi Tengah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penangkapan dilakukan secara terpisah oleh tim Densus 88. Dari hasil pengembangan awal, para terduga disebut memiliki peran berbeda dalam kelompoknya, mulai dari anggota aktif hingga pengurus struktur internal.

Empat Lokasi, Empat Penangkapan

Penindakan pertama dilakukan terhadap UB di Pasar Milono, Berau, Kalimantan Timur, pada Kamis (17/7). UB diduga aktif dalam kelompok teror, bahkan disebut menjabat sebagai ketua dan ikut dalam pelatihan fisik.

Masih pada hari yang sama, Densus 88 menangkap LA di Baolan, Toli-Toli, Sulawesi Tengah. LA disebut sebagai anggota kelompok teror yang aktif dalam pertemuan dan pembinaan internal.

Di lokasi lain, MI diamankan di Bojong Sari, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (17/7). Ia juga disebut memiliki keterlibatan aktif dalam pertemuan internal kelompok tersebut.

Penangkapan terakhir dilakukan terhadap YK di Rumpin, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (18/7). YK disebut menempati posisi sebagai kepala bidang dalam struktur kelompok teror.

Peringatan soal Perekrutan Terselubung

Brigjen Trunoyudo mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama bila menemukan indikasi perekrutan yang dibungkus kegiatan sosial. Menurut dia, pola semacam itu kerap sulit dikenali pada tahap awal dan bisa menyasar kalangan yang tidak menaruh curiga.

Penangkapan empat terduga ini sekaligus menunjukkan bahwa jaringan teror masih bergerak dan tetap menjadi ancaman, baik lewat aksi kekerasan maupun penyebaran paham radikal. Karena itu, aparat meminta masyarakat tidak abai terhadap aktivitas yang mencurigakan dan segera melapor bila menemukan hal-hal yang dinilai janggal.

Source link