Prabowo Kenang Dapat Penghargaan Tertinggi Tahun 2024 di Peru

by

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengingat kembali momen ketika dirinya menerima penghargaan tertinggi Peru, Grand Cross of the Order of the Sun of Peru, dari Presiden Peru Dina Baluarte pada 14 November 2024. Kenangan itu ia sampaikan dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, saat menerima kunjungan Presiden Dina.

Hubungan Indonesia-Peru yang Terjaga Sejak 1975

Prabowo menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol kehormatan pribadi, melainkan juga penanda eratnya hubungan diplomatik Indonesia dan Peru yang telah terjalin sejak 1975. Dalam pertemuan itu, ia menilai kerja sama kedua negara memiliki fondasi yang kuat dan terus relevan untuk dikembangkan.

“Saya ingat saat Presiden Dina memberikan penghargaan tertinggi Peru kepada saya tahun lalu,” kata Prabowo dalam kesempatan tersebut, merujuk pada penghargaan yang diterimanya di Peru.

Balasan Penghargaan untuk Presiden Dina

Dalam pertemuan yang sama, Prabowo juga menyerahkan penghargaan tertinggi Indonesia, Bintang Republik Indonesia Adipurna, kepada Presiden Dina. Pemberian itu disebut sebagai bentuk pengakuan atas peran Presiden Dina dalam memperkuat persahabatan serta kerja sama bilateral antara Indonesia dan Peru.

Prabowo berharap hubungan kedua negara tidak berhenti pada seremoni penghargaan, melainkan semakin konkret melalui kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang.

Kerja Sama Strategis yang Didorong

Sejumlah nota kesepahaman juga ditandatangani untuk memperkuat hubungan bilateral. Bidang yang menjadi sorotan antara lain pemberantasan narkotika, perdagangan ilegal, pangan, pertambangan, transisi energi, perikanan, dan pertahanan.

Langkah-langkah itu menandai upaya kedua negara untuk membawa hubungan Indonesia dan Peru ke tingkat yang lebih operasional, dengan fokus pada sektor-sektor yang dinilai strategis bagi kepentingan bersama.

Di tengah rangkaian penghargaan dan penandatanganan kerja sama tersebut, pertemuan Prabowo dan Dina memperlihatkan bahwa diplomasi kedua negara kini bergerak dari hubungan formal menuju kemitraan yang lebih aktif dan terukur.