Warga Binaan Lapas Maros Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

by

Lapas Kelas II B Maros, Sulawesi Selatan, tidak menyurutkan semangat warganya untuk berkontribusi pada program ketahanan pangan nasional meskipun berada di belakang jeruji besi. Mereka memanfaatkan lahan terbatas di dalam lapas untuk menanam berbagai jenis sayuran dan memelihara ternak guna memenuhi kebutuhan gizi. Sayuran yang dibudidayakan antara lain bayam, sawi, cabai, kacang-kacangan, ubi, pepaya, dan kol, sementara ternak itik juga dipelihara untuk konsumsi dan kegiatan produktif lainnya. Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian ini diakui oleh salah satu narapidana, Daeng Tuwo, yang awalnya hanya mengisi waktu senggang namun kini mendapatkan dukungan berupa bibit dan pelatihan dari pihak pertanian setempat.

Kepala Lapas Kelas II B Maros, Ali Imran, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan merupakan bagian dari 13 akselerasi Kementerian Hukum dan HAM di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan. Lapas Maros memanfaatkan setiap lahan yang ada untuk kegiatan berkebun dan beternak warga binaan, baik di dalam lapas maupun blok hunian. Dengan partisipasi dalam kegiatan ini, tidak hanya warga binaan mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan yang berguna di masa mendatang. Selain untuk memenuhi kebutuhan pribadi, hasil dari pertanian dan peternakan ini juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan keluarga saat berkunjung atau bahkan dijual untuk mendapatkan penghasilan. Dengan jumlah warga binaan mencapai 247 orang, Lapas Kelas II B Maros berharap melalui kegiatan ini, mereka dapat memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat setelah mereka bebas kelak.

Source link