Pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Istana Merdeka, suasana khidmat terasa begitu kental saat Sang Saka Merah Putih diturunkan. Bagi Titi Nurdianti, warga asal Cilacap yang kini tinggal di Jakarta, momen itu penuh dengan rasa haru dan bangga. Ia merasa terharu atas perjuangannya untuk mendapatkan tiket resmi penurunan bendera, yang harus dilakukan melalui kompetisi digital bersama warga Indonesia lainnya. Titi merasa senang dan terharu saat akhirnya berhasil meraih tiket tersebut dan bisa menyaksikan langsung prosesi sakral itu.
Meskipun sebelumnya Titi hanya bisa menyaksikan penurunan bendera melalui layar televisi, namun pada tahun 2025, ia dapat melihatnya langsung dengan mata kepala sendiri. Untuk memperingati momen istimewa tersebut, Titi mengenakan pakaian adat Nusa Tenggara Barat berwarna merah. Ia merasa bangga bisa mengenakan pakaian adat NTB meskipun jarang mengetahui keberadaan NTB sebelumnya.
Salah satu kenangan paling berkesan bagi Titi adalah saat penurunan bendera diikuti dengan kirab menuju Monumen Nasional. Suasana meriah perayaan kemerdekaan tahun itu memberikan kesan yang mendalam pada dirinya. Di tengah perasaan haru dan bahagia, Titi menyampaikan doa dan harapannya untuk kemajuan bangsa. Ia berharap agar Indonesia tetap maju, rakyatnya sejahtera, adil, dan makmur. Titi juga memberikan doa untuk kesehatan Presiden Prabowo dan kepemimpinannya untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.

