JAKARTA — Pimpinan DPR RI mengatakan telah menerima aspirasi yang disampaikan sejumlah organisasi kemahasiswaan, termasuk BEM, dan memastikan pembahasan lanjutan sedang disiapkan. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut komunikasi dengan pemerintah sudah dilakukan untuk menindaklanjuti masukan tersebut, sementara penerimaan resmi dijadwalkan melalui Kementerian Sekretariat Negara pada Selasa besok.
Aspirasi Mahasiswa Masuk Agenda Evaluasi DPR
Dasco menegaskan, masukan dari mahasiswa tidak berhenti di meja audiensi. Menurut dia, DPR akan memasukkan aspirasi itu ke dalam pembahasan evaluasi yang dikaitkan dengan agenda 17+8. Di internal parlemen, rapat evaluasi juga akan segera digelar oleh pimpinan fraksi untuk mencari kesepakatan bersama atas langkah yang akan diambil.
“Pimpinan DPR telah menerima dengan baik aspirasi dari adik-adik BEM dan organisasi kemahasiswaan,” ujar Dasco dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan pemerintah sudah ditempuh agar proses tindak lanjut berjalan lebih cepat dan tidak berhenti pada pertemuan seremonial semata.
Fasilitas Anggota Dinonaktifkan Tetap Dijaga
Selain soal aspirasi mahasiswa, pimpinan DPR juga telah mengirim surat kepada Sekretariat Jenderal DPR agar anggota yang dinonaktifkan tidak kehilangan fasilitas keanggotaan. Langkah ini disebut menjadi bagian dari penataan internal yang sedang dibahas di tingkat pimpinan.
Di saat yang sama, DPR masih menuntaskan pembahasan KUHAP. Setelah itu, pembahasan Undang-Undang Perampasan Aset akan masuk agenda berikutnya. Dasco menyebut partisipasi publik dalam pembahasan KUHAP tetap dibuka, namun evaluasi yang sedang dilakukan memiliki batas waktu agar pembahasan aturan lain bisa segera dimulai.
Reformasi DPR Dipimpin Puan Maharani
Evaluasi dan reformasi DPR disebut akan dipimpin Ketua DPR Puan Maharani. Dasco mengatakan, arah pembenahan itu ditujukan untuk mendorong DPR yang lebih transparan dan berkualitas. Ia juga menekankan bahwa seluruh anggota DPR perlu belajar dari pengalaman sebelumnya agar lembaga legislatif bisa memperbaiki kinerja secara kolektif.
“Semua anggota DPR berkomitmen untuk belajar dari pengalaman masa lalu guna meningkatkan kualitas DPR bersama-sama,” kata Dasco. Dengan demikian, sorotan publik terhadap kinerja parlemen kini tak hanya dijawab lewat janji evaluasi, tetapi juga melalui langkah-langkah internal yang mulai disusun secara terbuka.
Source link

