Bentley adalah produsen mobil yang pionir dalam mengumumkan rencana untuk merilis mobil listrik. Sejak lima tahun lalu, Crewe telah berkomitmen untuk menghilangkan mobil bermesin pembakaran pada akhir dekade ini. Pada tahun 2024, mantan CEO Adrian Hallmark mengungkapkan bahwa Bentley akan terus menjual mobil hibrida plug-in setelah tahun 2030, dengan portofolio kendaraan listrik (EV) diproyeksikan akan tiba pada tahun 2033. Namun, dengan penunjukan Frank-Steffen Walliser sebagai CEO, target tersebut telah ditunda hingga tahun 2035. Bentley mengakui bahwa permintaan kendaraan listrik kelas atas belum sesuai dengan perkiraan perusahaan, menyebabkan Lamborghini juga menunda peluncuran mobil listrik pertamanya. Hal ini disebabkan oleh melemahnya permintaan untuk mobil listrik yang mahal. Meskipun Uni Eropa berencana untuk melarang penjualan mobil bensin baru mulai tahun 2035, produsen mobil terkemuka terus berinvestasi dalam mesin gas untuk mengakses teknologi terbaru. Maka dari itu, pasar mobil mewah menghadapi tantangan yang tak terduga dalam menjalankan strategi peralihan ke mobil listrik. Semoga larangan penjualan mobil ICE baru akan ditinjau kembali untuk memberikan harapan bagi pasar PHEV yang masih tetap legal.
Bentley Bertahan dengan Mesin Bensin di Tengah Penurunan EV Mewah





