Sejumlah siswa SMK Karya Perjuangan di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, mengalami gejala diduga keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Insiden ini terjadi setelah para siswa makan siang. Makanan tersebut disebutkan berasal dari dapur SPPG di Kampung Pasirsaji, Kecamatan Cipongkor. Salah satu siswi kelas 11 SMK Karya Perjuangan mengatakan bahwa ada kejanggalan pada makanan yang disajikan, seperti tahu goreng yang berair dan stroberi yang berlumut. Setelah menyantap makanan tersebut, siswi tersebut merasakan gejala serius seperti sesak napas, lemes, mual, dan pusing. Saat dibawa ke posko kesehatan, dia diberikan penanganan medis berupa obat dan infus. Terdapat kepanikan di sekolah setelah beberapa siswa mengalami gejala serupa. Keracunan MBG di Cipongkor kembali terjadi, dimana ada 500 pelajar yang terdata mengalami keracunan. Mereka mengeluhkan gejala seperti mual, sesak, pusing, dan lemas. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa korban telah ditangani di Posko Cipongkor dan Puskesmas Citalem. Keluhan yang sama muncul pada banyak siswa yang terlibat dalam insiden ini.
Siswa Korban MBG Cipongkor: Stroberi Berlumut, Apa yang Salah?


