Dua kapal nelayan yang tenggelam di perairan Sumatera Utara setelah dihantam ombak tinggi akibat cuaca buruk, menyebabkan tim SAR dan polisi tengah melakukan pencarian tujuh nelayan yang masih hilang. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengonfirmasi bahwa sembilan orang nelayan berhasil diselamatkan, sementara tujuh lainnya masih dalam pencarian. Insiden pertama terjadi di Perairan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, di mana satu unit perahu nelayan terbalik dan satu orang nelayan hilang. Sementara insiden kedua melibatkan KM Jaya Mandiri 5 yang karam di Perairan Kuala Tanjung, Kabupaten Asahan, dengan enam nelayan yang hingga kini belum ditemukan. Heru menegaskan bahwa upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan untuk menemukan korban yang masih hilang dan mengimbau masyarakat, terutama para nelayan, untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut demi keselamatan utama. Situasi cuaca yang tidak menentu, gelombang tinggi, serta arus laut yang kuat merupakan tantangan bagi tim SAR di lapangan.
Kronologi Kapal Karam & 7 Nelayan Hilang di Sumut





