Film fiksi ilmiah “Pelangi di Mars” yang diproduseri oleh Upi Guava menghadirkan proses produksi yang unik dan penuh eksperimen. Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Upi Guava membagikan insight tentang penerapan teknologi Extended Reality (XR) dan perangkat lunak seperti Unreal Engine yang digunakan dalam pembuatan film ini. Proses produksi film ini melibatkan teknologi Motion Capture untuk merekam gerakan animasi robot karakter.
Tim produksi film “Pelangi di Mars” menyusun latar belakang ceritanya di tahun 2090 di Planet Mars, menampilkan konflik koloni manusia di planet merah. Upi Guava, sebagai sutradara film ini, memiliki peran kunci dalam menghadirkan visi cerita fiksi ilmiah yang kompleks. Produser film, Dendy Reynando, juga menekankan bahwa pengetahuan dan pengalaman Upi Guava sangat berharga dalam menjalankan proses produksi film ini.
“Pelangi di Mars” tidak hanya menawarkan cerita fiksi ilmiah yang futuristik, tetapi juga mencerminkan isu-isu sosial dan lingkungan yang relevan dengan masa depan bumi. Film ini juga didukung oleh PT Produksi Film Negara (Persero) dalam penggarapan, pemasaran, dan distribusi. Pemain utama dalam film ini antara lain Messi Gusti, Lutesha, dan Rio Dewanto. Dengan penggunaan teknologi canggih dan konsep cerita yang kuat, “Pelangi di Mars” diharapkan bisa meraih kesuksesan saat dirilis di bioskop pada tahun 2026.





