Pada masa lalu, diesel memiliki pangsa pasar yang dominan di Eropa dengan efisiensi bahan bakar tinggi dan biaya operasional rendah. Namun, segalanya berubah sejak skandal Dieselgate terjadi pada tahun 2015, yang membuat orang kehilangan kepercayaan pada mobil diesel. Dampaknya terasa hingga sekarang, di mana penjualan mobil diesel dikalahkan oleh mobil hibrida plug-in selama 10 bulan pertama tahun 2025, yang merupakan pertama kalinya hal ini terjadi di wilayah Eropa. Saat ini, mobil diesel hanya menyumbang 8% dari total penjualan mobil baru di 27 negara Uni Eropa, disertai dengan Islandia, Liechtenstein, Norwegia, Swiss, dan Inggris.
PHEV, di sisi lain, mengalami peningkatan pangsa pasar hingga 9,4% dan penurunan penjualan mobil diesel sebesar 24,1% dari tahun ke tahun. Hal ini menandai akhir dari era kejayaan mobil diesel di Eropa, di mana sebelumnya mobil gas telah mengambil alih pada tahun 2017 dan mobil hibrida tradisional pada tahun 2021. Saat ini, mobil hibrida mendominasi pasaran dengan pangsa pasar 34,7%, diikuti oleh mobil gas dengan 26,9% dan mobil listrik dengan 18,3% di wilayah UE+EFTA+Inggris.
Dengan regulasi emisi yang semakin ketat, mobil diesel semakin langka di Eropa. Meskipun beberapa merek seperti BMW dan Audi masih menawarkan mesin diesel, banyak yang beralih ke mesin gas dan hibrida. Perkembangan teknologi PHEV dan EV juga menjadi arah yang jelas bagi pasar mobil di masa depan, menunjukkan bahwa tren penggunaan bahan bakar akan terus berubah seiring kebutuhan akan kendaraan ramah lingkungan yang semakin mendesak.





