Jumlah Pengungsi Dekati 1 Juta: Tren Dan Dampaknya

by

Tiga pekan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November, pekerjaan di lapangan belum juga rampung. Tim pencarian masih menyisir titik-titik yang diduga menyisakan korban hilang, sementara jalur darat yang terputus di sejumlah lokasi belum sepenuhnya pulih. Di sisi lain, ribuan warga masih bertahan di tempat pengungsian karena rumah mereka rusak atau hilang tersapu bencana.

Korban meninggal terus bertambah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 969 orang. Rinciannya, 391 jiwa di Aceh, 340 jiwa di Sumatra Utara, dan 238 jiwa di Sumatra Barat. Di tiga provinsi itu, sebanyak 252 orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Jumlah pengungsi juga masih sangat besar. Hingga Rabu kemarin, BNPB mencatat ada 902.545 warga yang mengungsi, meski angka itu disebut menurun dibanding sebelumnya. Besarnya jumlah pengungsi memperlihatkan bahwa dampak bencana ini belum berhenti pada fase penyelamatan korban, melainkan sudah bergeser menjadi persoalan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Sumatera Barat gelar pemakaman massal

Di Sumatera Barat, 24 jenazah korban banjir bandang dimakamkan secara massal karena belum dapat diidentifikasi. Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta menyebut hingga Rabu siang, total korban bencana di provinsi itu mencapai 351 orang. Kondisi ini menunjukkan proses penanganan jenazah dan pencarian korban masih berjalan beriringan, di tengah keterbatasan akses dan situasi lapangan yang belum sepenuhnya stabil.

Sumatera Utara perpanjang status darurat

Di Sumatera Utara, masa tanggap darurat banjir dan longsor diperpanjang dua pekan. Keputusan itu diambil karena 18 kabupaten/kota yang terdampak belum dinilai aman. Desa Garoga menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak, dengan ratusan rumah rusak berat. Akses jalan yang belum pulih membuat distribusi bantuan tersendat, sementara warga mulai menghadapi ancaman penyakit di pengungsian.

Evakuasi di sejumlah titik masih harus dilakukan dengan perahu. Bagi warga yang kehilangan rumah dan akses menuju kampung halaman, bencana ini belum benar-benar usai. Pemulihan jalan, pencarian korban, dan penanganan pengungsi kini berjalan bersamaan, di tengah beban kerusakan yang masih terus dihitung.

Source link