Pameran seni berjudul The Language of Colour di Yogyakarta menandai keberanian seniman otodidak dalam mengungkapkan karyanya. Acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Patsijiwata ini menjadi wadah untuk mengekspresikan ide dan warna melalui goresan kanvas. Dalam pembukaan pameran di Omah Budoyo Yogyakarta, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, memberikan apresiasi atas keberanian para seniman yang memilih jalur otodidak untuk berkarya. Para pelukis menunjukkan karakter visual yang beragam, seperti Astuti Kusumo, Dwipo Hadi, Febritayustiani, Indira Bunyamin, Retno Aris, dan Yulita. Keberagaman ini diharapkan terus diperluas untuk memberi kesempatan lebih banyak seniman muda untuk menunjukkan karyanya ke publik. Kurator pameran, Dwipo Hadi, menyoroti pentingnya apresiasi masyarakat terhadap seni di Yogyakarta yang menjadi energi positif bagi para seniman. Dia juga menekankan pentingnya berbagai ruang pamer sebagai pemantik semangat para seniman. Dengan meningkatnya agenda pameran seni, atmosfer seni rupa di Kota Yogyakarta dapat semakin hidup dan beragam. Pameran The Language of Colour bukan hanya sekadar pameran lukisan, tetapi pula merupakan ajang regenerasi dan perayaan kreativitas seniman otodidak serta harapan akan masa depan seni rupa Jogja yang inklusif.
Pelukis Otodidak Ramaikan Seni Rupa Jogja Lewat Warna





