Di Serpong, Kota Tangerang Selatan, situasinya tegang karena tumpukan sampah yang menggunung di depan Kantor Kecamatan Serpong dan sepanjang Jalan Raya Serpong. Untuk mengatasi masalah bau yang menyengat, pihak terkait melakukan penyemprotan cairan penghilang aroma tak sedap dan menutupinya dengan terpal. Camat Serpong, Syaifuddin, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan mengambil langkah tersebut setelah menerima keluhan dari warga terkait bau tak sedap akibat sampah yang menumpuk selama beberapa hari.
Menurut Syaifuddin, proses penyemprotan dilakukan pada Minggu sore untuk merapikan sampah di sekitar Pasar Serpong dan Jalan Raya Serpong menuju kantor DPRD Kota Tangerang Selatan. Setelah dilakukan penyemprotan, bau tak sedap dari tumpukan sampah tereduksi, membantu masyarakat tidak terlalu terganggu. Pihak kecamatan juga akan melakukan pengawasan rutin untuk mencegah penumpukan sampah di area yang sudah dibersihkan.
Dalam upaya membuat lingkungan lebih nyaman, TPA Cipeucang sedang dalam proses perapihan dan terasering. Hal ini diharapkan akan memungkinkan TPA Cipeucang untuk segera beroperasi kembali dan melayani masyarakat dengan baik. Selain itu, DLH Kota Tangerang Selatan juga melakukan penyemprotan menggunakan cairan bio-wash dari UPT TPA Cipeucang untuk mengatasi bau menyengat akibat sampah.
Ke depan, pihak terkait akan terus bekerja sama dengan pihak kecamatan untuk meningkatkan pengawasan terhadap penanganan sampah agar tidak terjadi penumpukan seperti yang terjadi sebelumnya. Masyarakat juga diminta untuk sementara menampung sampah di rumah masing-masing hingga TPA Cipeucang kembali beroperasi normal. Semua langkah ini diambil untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat di Serpong, Kota Tangerang Selatan.





