Ruas jalan Takengon-Bireuen di Aceh, khususnya di kawasan Tenge Besi dan Umah Besi, kini dapat dilalui oleh kendaraan roda empat dan roda enam setelah banjir susulan surut. Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, air sudah surut dalam waktu kurang dari dua jam karena hujan telah berhenti, sehingga jalan dapat dilewati kembali. Saat banjir susulan terjadi akibat curah hujan tinggi, air naik di kawasan Lampahan dan Bantul, namun hal ini tidak mempengaruhi lalu lintas setempat. Langkah penanganan terkait normalisasi sungai telah dilakukan pagi tadi untuk mencegah genangan air jika hujan kembali.
Dinas Perhubungan Bener Meriah menyatakan bahwa akses jalan yang sempat tergenang di Tenge Besi sudah dapat dilalui dan diterima baik oleh masyarakat. Ruas Takengon-Bireuen merupakan jalur penghubung strategis antarwilayah yang mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Namun, dinas tersebut mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada karena ada beberapa titik di ruas jalan yang belum stabil dan memerlukan penanganan lanjutan. Akses dari Aceh Utara menuju Kabupaten Bener Meriah melalui ruas jalan KKA juga telah dibuka untuk kendaraan. Meski demikian, penerapan sistem buka-tutup jalan masih berlaku sementara sambil menangani titik Wih Pase yang masih dalam proses penanganan.
Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, ruas jalan KKA untuk sementara masih ditutup mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyarankan agar masyarakat tidak memaksa perjalanan, tetapi tetap mengikuti informasi resmi terkait kondisi lalu lintas. Keselamatan pengguna jalan tetap diutamakan hingga kondisi jalan kembali normal sepenuhnya.





