Banjir Serang Banten: 308 Rumah Terendam, 1 Lansia Meninggal

by

SERANG, KOMPAS — Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu malam memicu luapan Kali Cikalumpang dan kembali merendam wilayah Padarincang, Kabupaten Serang, Banten. Banjir yang datang pada malam hari itu membuat ratusan rumah di dua desa terendam dan memaksa petugas bergerak cepat mengevakuasi warga di tengah kondisi air yang naik bertahap.

308 rumah di Citasuk dan Kalumpang terendam

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 20.00 WIB. Berdasarkan data BPBD, sedikitnya 308 rumah terdampak di Desa Citasuk dan Desa Kalumpang. Kedua desa itu menjadi titik terparah dalam peristiwa banjir kali ini.

Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada sekitar 1.200 jiwa. Sejumlah warga memilih bertahan di rumah masing-masing, sementara petugas terus memantau perkembangan tinggi muka air yang mulai menunjukkan penurunan.

Satu lansia meninggal, enam warga mengungsi

Di tengah upaya penanganan, BPBD melaporkan satu korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Korban disebut seorang lansia. Sementara itu, enam orang terpaksa mengungsi ke gedung sekolah setempat karena rumah mereka tak lagi aman ditempati.

Petugas di lapangan masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat hujan deras sebelumnya membuat debit air Kali Cikalumpang naik cepat. Kondisi ini menjadi perhatian BPBD karena wilayah Padarincang bukan kali pertama terdampak banjir.

Warga diminta tetap waspada

Banjir di Padarincang sebelumnya juga pernah terjadi pada 2025. Pengulangan bencana dalam waktu yang berdekatan memperlihatkan betapa rentannya kawasan ini saat curah hujan meningkat. Hingga kini, BPBD masih melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak sambil memastikan warga mendapat bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.