Banjir Cirebon: Ratusan Rumah dan Jalan Terendam

by -70 Views

Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Senin (5/1) kemarin. Hal ini mengakibatkan terendamnya banyak rumah warga dan jalan-jalan akibat luapan air hujan yang deras. Salah satu kompleks perumahan yang terkena dampak adalah di Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Kejadian ini mengejutkan warga setempat karena air sungai meluap tiba-tiba dan dengan arus deras. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab kenaikan debit sungai yang berujung pada jebolnya tanggul, sehingga air bah merendam permukiman warga.

Seorang warga bernama Faiz mengungkapkan bahwa air mulai masuk ke perumahan sekitar pukul 16.30 WIB tanpa dapat diantisipasi sebelumnya oleh warga karena derasnya arusnya. Banjir ini merupakan yang pertama kali terjadi di kawasan tersebut akibat tanggul sungai yang jebol, sehingga air langsung menghantam area perumahan. Arus deras banjir tersebut merendam kawasan selama sekitar dua jam sebelum air mulai surut. Akibat genangan tersebut, banyak perabot rumah tangga warga hanyut terbawa arus.

Lebih dari 150 rumah di lokasi tersebut terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Selain merendam rumah, banjir juga merusak infrastruktur, mulai dari titik-titik tanggul yang jebol hingga aspal jalan yang terkelupas. Di Kota Cirebon, hujan deras juga menyebabkan beberapa titik dalam kota terendam banjir, salah satunya di Jalan Ciremai Raya. Genangan air yang semakin meninggi mengakibatkan gangguan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersebut.

Kondisi banjir juga terjadi di beberapa wilayah lain, termasuk di Kelurahan Larangan, Kota Cirebon. Petugas kepolisian turun ke lapangan untuk membantu warga yang kendaraannya mogok akibat genangan air. Mereka juga mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah saat melintasi kawasan yang terendam banjir. Beberapa ruas jalan di wilayah Kota Cirebon terdampak banjir dan sebagian ruas jalan sudah mulai bisa dilalui kendaraan setelah genangan air mulai surut.

Source link