Masa Depan Mobilitas: Prediksi Penggunaan Bensin pada 2035

by

JAKARTA — Di tengah gencarnya transisi ke kendaraan listrik, mesin bensin ternyata belum benar-benar akan menghilang dari jalan raya dalam waktu dekat. Bosch memproyeksikan, pada 2035, sekitar 70 persen mobil di Amerika Utara masih akan memakai mesin pembakaran internal. Namun, bentuknya tidak lagi dominan sebagai mobil bensin murni, melainkan banyak yang hadir sebagai hibrida atau pemanjang jarak tempuh.

Elektrifikasi berjalan, tetapi tidak secepat yang dibayangkan

Prediksi itu memberi sinyal bahwa pergeseran industri otomotif menuju elektrifikasi berlangsung lebih lambat dan bertahap dibandingkan narasi yang selama ini menguat. Bosch menegaskan, perusahaan asal Jerman itu belum sepenuhnya meninggalkan teknologi mesin berbahan bakar bensin. Sebaliknya, mereka masih menempuh jalur yang dianggap lebih seimbang: mengembangkan kendaraan bensin, hibrida, dan penggerak alternatif secara bersamaan.

Dalam pandangan Bosch, pasar masih menyisakan ruang besar bagi teknologi yang menggabungkan efisiensi dengan fleksibilitas. Karena itu, mesin bensin diperkirakan tetap memegang peran penting dalam ekosistem mobilitas, meski tekanan terhadap kendaraan listrik terus meningkat dari tahun ke tahun.

Hibrida jadi kompromi yang makin masuk akal

Arah pasar juga tercermin dari langkah sejumlah produsen besar, seperti Ford, Scout, dan Nissan. Ketiganya disebut tengah menyiapkan pengembangan mobil listrik atau hibrida seri untuk pasar masa depan. Langkah ini memperlihatkan bahwa industri otomotif tidak bergerak dalam satu garis lurus menuju kendaraan listrik penuh.

Di Amerika Serikat, penurunan subsidi kendaraan listrik dan perubahan regulasi emisi turut memengaruhi strategi pabrikan. Namun, situasi tersebut tidak otomatis mengurangi daya tarik mobil hibrida. Bagi banyak konsumen, jenis kendaraan ini masih menawarkan titik tengah yang lebih meyakinkan: efisien, tetapi tetap memberi rasa aman soal jarak tempuh dan kemudahan penggunaan.

Bensin belum habis, hanya bergeser perannya

Dengan kondisi seperti itu, masa depan mobilitas tampak bergerak ke arah yang lebih pragmatis ketimbang revolusioner. Kendaraan listrik memang terus mendapat sorotan, tetapi mesin bensin belum kehilangan tempatnya. Selama pasar masih menuntut jarak tempuh panjang, fleksibilitas penggunaan, dan harga yang relatif lebih terjangkau, teknologi pembakaran internal tampaknya masih akan bertahan sebagai bagian dari industri otomotif.

Source link