Sebagai pengendara sepeda motor dan penikmat hal-hal yang tidak terlalu logis, mungkin kita bisa sepakat bahwa hasrat dapat mendorong orang untuk melakukan hal-hal yang terbilang bodoh. Begitu pula dengan penggemar olahraga, yang rela memperdebatkan kaus dengan nama belakang orang lain sebagai hal yang sangat penting. Para off-roader pun tak kalah dengan menghabiskan banyak uang untuk membangun rig, lalu sengaja menggoreskannya di tempat yang terlihat seperti permukaan bulan. Dan sekarang, para penggemar balap tampil beda dengan menyerahkan uang hasil jerih payahnya untuk sepotong aspal tua, lelah, dan kotor.
Namun, jangan salah sangka. Jalan ini bukan jalan sembarangan. Ini merupakan jalan dari Sirkuit Suzuka, lintasan terkenal yang merupakan kandang Honda dan salah satu di antara sirkuit terkenal sepanjang sejarah olahraga motor. Namanya saja sudah berbicara banyak: Suzuka. Jika disebutkan, maka setiap penggemar balap pasti langsung paham maknanya. Suzuka tak hanya dikenal karena keglamouran atau kemegahan, melainkan juga karena tingkat kesulitan, teknisitas, dan sebagian tempat yang benar-benar menantang. Jenis trek ini mampu memisahkan orang yang cepat dengan yang benar-benar hebat. Namun, tentu saja, apa yang saya ketahui sebatas dari balapan di Suzuka di dalam game Gran Turismo.
Sebagai kenang-kenangan dari keiklasan sirkuit ikonik ini, manajemen Suzuka menghadirkan sesuatu yang tak biasa. Selain itu, dalam rangka pelapisan ulang menjelang Grand Prix Jepang 2026, operator Suzuka menjual inti dari West Course kepada para penggemar. Ini bukan sekadar cinderamata dari lintasan, tetapi potongan-potongan aspal yang dirasakan mobil dan motor selama bertahun-tahun. Aspal ini telah disentuh oleh mobil-mobil Formula 1 saat melewati 130R, serta merasakan kehebatan balapan ketahanan di Suzuka 8 Hours. Tentu, MotoGP juga pernah berkunjung pada tahun 2003, meski belum pernah kembali sejak kematian Daijiro Kato.
Momen-momen penting di Suzuka, entah diperbincangkan atau tidak, tetap membawa kedamaian tersendiri. Sirkuit ini bukan sekadar tempat balapan, namun juga di mana karir terbaik dipamerkan, juara ditentukan, dan kadangkala hal-hal tak terduga terjadi. Sebagai rumah bagi balapan ketahanan 8 jam yang ikonik, Suzuka terus eksis dalam ingatan.
Memiliki sebongkah aspal Suzuka tentu terdengar konyol di awal. Namun, memahami sejarah di baliknya akan mengubah persepsi. Sebuah potongan jalan ini punya cerita tersendiri, pernah menjadi saksi berbagai kisah balap, termasuk keberhasilan dan kegagalan. Gairah olahraga motor memang tak terlalu masuk akal, disitu lah letak keistimewaannya. Jadi, membeli sepotong aspal Suzuka mungkin bisa jadi masuk akal bagi pecinta balap sejati. Meski terdengar aneh, namun memiliki potongan sejarah balap Suzuka bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi banyak orang yang memahami makna di baliknya.





