Sutradara Fajar Martha Santosa memilih untuk tidak menggunakan lagu sebagai lajur suara dalam film horor komedi terbarunya berjudul “Sebelum Dijemput Nenek”. Keputusan ini diambil setelah diskusi panjang untuk memastikan penonton dapat benar-benar menikmati cerita tanpa distraksi elemen musik vokal. Fajar menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk menonjolkan elemen teknis lainnya yang telah dipersiapkan dengan matang selama 18 hari syuting di Sleman. Dengan tidak adanya lagu dalam film, audiens diharapkan dapat lebih berkonsentrasi pada adegan yang intens dan detail suara yang membangun ketegangan dan komedi.
Selain dari aspek teknis, Fajar juga berbicara mengenai pesan mendalam yang ingin ia sampaikan melalui visual film ini, yaitu mengenai perspektif di dalam sebuah keluarga. Ia ingin menggali gambaran-gambaran di mana setiap anggota keluarga seharusnya dapat memahami sudut pandang satu sama lain, terutama dalam menghadapi konflik internal. Keputusan Fajar untuk tidak menggunakan lagu ini juga sejalan dengan usaha tim produksi untuk memberikan sesuatu yang berbeda dan unik dalam film horor. Pengecoh plot kuat dari karakter Nenek di akhir cerita menjadi alasan mengapa Fajar memilih membangun suasana organik dan misterius tanpa lagu komersial sebagai pengiring adegan. Melalui pendekatan ini, Fajar berharap penonton dapat merasakan pengalaman horor yang lebih murni dan emosional, di mana suara-suara latar adegan menjadi instrumen utama dalam menyampaikan pesan film kepada penonton.
Film “Sebelum Dijemput Nenek” yang dibintangi oleh Angga Yunanda, Dodit Mulyanto, Oki Rengga, Wavi Zihan, dan Nopek Novian akan mulai diputar di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026.





