Menyoroti Fenomena Child Grooming Pasca Viralnya Buku Broken String

by -58 Views

Buku memoar Aurelie Moeremans belakangan menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Sejak beberapa waktu lalu, nama Aurelie dan bukunya yang berjudul Broken String menjadi perbincangan di media sosial. Netizen tidak henti-hentinya membahas konten yang terdapat dalam buku tersebut. Salah satu fokus pembahasan utama dari memoar tersebut adalah pengalaman pribadi Aurelie yang mengungkap manipulasi yang dialaminya di sebuah hubungan, terjadi saat dirinya masih berusia muda oleh seseorang yang jauh lebih tua. Dampak viralnya buku tersebut, membuat pemerintah turut memberikan perhatian terhadap fenomena child grooming. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengapresiasi penerbitan buku tersebut sebagai langkah daring dalam menyuarakan kasus-kasus kekerasan maupun manipulasi yang dialami oleh korban. Selain itu, KPAI juga menekankan pentingnya layanan pendampingan, penanganan, dan pemulihan korban kekerasan agar lebih mudah diakses oleh anak-anak yang menjadi korban. Komisi VIII DPR RI mengajukan dorongan untuk meningkatkan sistem perlindungan bagi perempuan dan anak, seiring adanya kasus child grooming yang terungkap dan memerlukan aksi perbaikan dalam regulasi, pencegahan, dan pendampingan korban. Demi keamanan anak-anak dari potensi kejahatan daring, Anggota Komisi XIII DPR RI juga merencanakan kelangsungan rapat dengar pendapat umum terkait child grooming dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Source link