CEO dan GM Mengakui Fakta Tidak Nyaman Tentang Mobil Listrik Hibrida

by -60 Views

Chevrolet Equinox Plus Plug-In Hybrid dari China tampaknya menjadi pilihan yang menarik untuk pasar Amerika Serikat dengan bodi crossover yang praktis dan jangkauan baterai lebih dari 600 mil. Namun, General Motors di Amerika Serikat lebih fokus pada mobil listrik daripada hybrid plug-in, mengingat mayoritas orang tidak mengisi daya mobil hybrid mereka. CEO Mary Barra mengungkapkan bahwa GM lebih memilih melangkah ke mobil listrik sepenuhnya di AS.

Mobil hybrid plug-in (PHEV) mengombinasikan mesin bensin dengan baterai untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan jarak tempuh menggunakan listrik sebagian waktu. Namun, jumlah pemilik PHEV yang tidak mengisi daya mobil mereka telah menjadi perhatian dalam industri otomotif. Akibatnya, penggunaan bahan bakar di dunia nyata jauh lebih tinggi daripada yang tercantum dalam label EPA.

Meskipun beberapa pabrikan seperti Hyundai, Toyota, dan Volvo menawarkan model PHEV, penjualan mobil listrik yang melambat di AS mendorong perkembangan kendaraan listrik jangkauan diperpanjang (EREV). GM sendiri berencana untuk membawa lebih banyak model hybrid dan PHEV ke AS, meskipun masih belum jelas bagaimana mendidik pengguna untuk mengisi mobil mereka. Meskipun demikian, Barra tidak menyesali keputusan GM untuk fokus pada mobil listrik secara langsung daripada melalui mobil hybrid.

Source link