Esok Tanpa Ibu: Drama Keluarga Fiksi Ilmiah Kolaborasi 3 Negara

by -53 Views

Film “Esok Tanpa Ibu” adalah hasil dari proyek kolaborasi lintas negara antara BASE Entertainment, Beacon Film, Refinery Media dari Singapura, dan sutradara asal Malaysia, Ho Wi-ding. Produksi film ini dimulai sejak tahun 2020 dan merupakan gabungan antara drama keluarga dengan pendekatan fiksi ilmiah. Kolaborasi ini melibatkan banyak pihak dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia, baik dalam pengembangan naskah maupun proses produksi.

Menurut produser Shanty Harmayn, kolaborasi lintas negara dalam pembuatan film ini merupakan hasil dari kerja bersama yang melibatkan berbagai negara. Pengembangan cerita “Esok Tanpa Ibu” dimulai melalui program Wahana Kreator pada tahun 2020 untuk menyusun tema keluarga dan teknologi yang kompleks. Meskipun terdapat tantangan perbedaan bahasa di lokasi syuting, sutradara Ho Wi-ding menganggap hal ini bukan menjadi hambatan dalam proses penyutradaraan.

Ho Wi-ding meyakini bahwa film dapat bekerja melalui emosi yang universal, sehingga bahasa tidak menjadi hal utama. Fokusnya lebih pada ekspresi dan emosi para aktor. Ia menekankan pentingnya pemilihan pemain yang tepat untuk menciptakan eksplorasi emosi yang otentik dalam film.

Aktor Ringgo Agus Rahman, yang berperan sebagai Bapak dalam film ini, menyatakan bahwa pendekatan sutradara membuat proses syuting lebih jujur secara emosional. Sementara Dian Sastrowardoyo, yang berperan sebagai Laras sekaligus bertindak sebagai produser, menjelaskan bahwa kru dan pemain menggunakan naskah berbahasa Indonesia, sedangkan sutradara memegang versi berbahasa Inggris.

Film “Esok Tanpa Ibu” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai Kamis, 22 Januari 2026. Kolaborasi lintas negara yang melibatkan Indonesia, Singapura, dan Malaysia dalam produksi film ini diharapkan mampu menghasilkan karya yang menarik dan bermutu untuk penikmat film di Indonesia.

Source link