Tim cyber crime kepolisian terus berupaya untuk melacak smartwatch milik kopilot pesawat ATR 42-500 yang menunjukkan aktivitas setelah kecelakaan pesawat di wilayah Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Staf AMC Basarnas, Arman Amiruddin, mengungkapkan bahwa tim sedang bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk melacak koordinat terakhir smartwatch tersebut. Data awal dari smartwatch tersebut menunjukkan adanya aktivitas langkah setelah kecelakaan, namun belum dapat dipastikan apakah itu merupakan tanda kehidupan. Handphone yang ditemukan bersama barang milik korban sebelumnya dalam kondisi terkunci sehingga tidak dapat diakses oleh tim langsung di lapangan. Basarnas telah membuat surat pernyataan agar perangkat tersebut dapat dibawa ke Makassar untuk dibuka. Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian juga tidak mendapatkan suara atau tanda permintaan bantuan dari lokasi kejadian. Saat ini, Basarnas masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polda Sulsel terkait koordinat terakhir smartwatch tersebut aktif untuk dijadikan acuan dalam pencarian lanjutan. Tim SAR akan menuju titik koordinat terakhir smartwatch tersebut begitu menerima data dari Cyber Crime.
Masih Dilacak: Aktivitas Smartwatch Kopilot ATR


