Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Medikdasmen) Abdul Mu’ti telah memastikan revitalisasi sekolah yang rusak akibat bencana di Aceh dan Sumatra akan selesai sebelum dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Sekolah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang akan selesai direvitalisasi sebelum tahun ajaran baru tersebut, sementara sekolah yang rusak berat dan perlu direlokasi akan selesai dalam tahun ini.
Anggaran sebesar Rp 2,4 triliun juga telah dialokasikan untuk revitalisasi sekolah di ketiga provinsi tersebut. Anggaran tersebut telah termasuk dalam dana revitalisasi pendidikan tahun 2026 dan akan diprioritaskan untuk daerah yang terdampak banjir dan longsor.
Dalam rangka percepatan rehabilitasi sekolah, diterapkan dua skema pembangunan. Untuk ruang kelas darurat, kementerian bekerja sama dengan dinas pendidikan dan organisasi masyarakat. Sedangkan pembangunan sekolah baru dan rehabilitasi bangunan dilakukan melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat.
Selain upaya revitalisasi, pihak Kementerian juga memberikan voucher uang tunai sebesar Rp 20 juta kepada sekolah yang mengalami kerusakan fasilitas untuk biaya peralatan sekolah. Selain itu, bantuan Starlink juga disediakan untuk sekolah yang sulit diakses internet. Menteri Abdul Mu’ti menyatakan bahwa mereka telah memiliki kesepakatan kerjasama dengan Angkatan Darat untuk pembangunan unit-unit sekolah baru, dan MoU untuk Aceh akan segera ditindaklanjuti.
Dengan upaya revitalisasi yang dilakukan, diharapkan sekolah-sekolah yang terdampak bencana dapat segera pulih dan siap menyambut siswa pada tahun ajaran baru mendatang.


