Peringatan Cuaca Ekstrem di Jatim hingga 10 Feb

by -40 Views

Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda di Sidoarjo telah merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda Jawa Timur hingga 10 Februari 2026. Seluruh wilayah Jawa Timur diminta untuk siaga menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir bandang, tanah longsor, dan hujan es. Menurut Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia dan pergerakan gelombang atmosfer Low Frequency, Rossby, dan Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Sejumlah wilayah di Jawa Timur telah dipetakan untuk berpotensi terkena dampak seperti Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkakan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, serta beberapa kota di Jawa Timur.

Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan aktivitas cuaca ini meliputi fenomena atmosfer yang kompleks seperti aktifnya Monsun Asia, pergerakan gelombang atmosfer Low Frequency, Rossby, dan Kelvin, serta suhu muka laut Selat Madura yang hangat. BMKG merekomendasikan agar masyarakat mengantisipasi potensi risiko akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, serta pohon tumbang terutama di wilayah dengan topografi curam atau dekat tebing.

Warga di Jawa Timur juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca melalui citra radar cuaca WOFI dan laman resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca yang mungkin terjadi mendadak. Saat ini, mengingat kondisi puncak musim hujan, BMKG terus memberikan peringatan dini agar masyarakat dapat bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat membawa dampak signifikan.

Source link