Pendidikan Darurat di Sekolah Pidei Jaya: Tertimbun Lumpur

by

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa beberapa sekolah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, masih harus menggunakan ruang kelas darurat akibat banjir bandang pada akhir November 2025. Pemerintah telah mempercepat pembangunan dan revitalisasi sekolah untuk memulihkan proses pembelajaran yang normal. Sebelumnya, pemerintah telah merevitalisasi 30 sekolah di Pidie Jaya pada tahun 2025 dengan anggaran total Rp19,5 miliar.

Menurut Mu’ti, revitalisasi sekolah di Pidie Jaya termasuk PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK. Saat mengunjungi SMA 2 Meureudu Pidie Jaya, Mu’ti mencatat bahwa semua ruang kelas di sekolah tersebut rusak dan tertimbun lumpur setinggi atap sekolah. Siswa di sekolah tersebut sedang belajar di ruang kelas darurat yang dibangun oleh Kemendikdasmen, di mana kondisi ruangan panas dan para siswa meminta kipas angin.

Mu’ti mengklaim bahwa seluruh proyek revitalisasi yang dibiayai pada tahun 2025 telah selesai dan sebagian telah dimanfaatkan. Namun, masih ada sejumlah sekolah yang masih dalam proses pembangunan, sehingga siswa harus belajar di ruang darurat sementara. Pemerintah melanjutkan program revitalisasi sekolah pada tahun 2026 dengan 22 sekolah di Pidie Jaya dalam rencana pembangunan.

Pembangunan ditargetkan selesai secara bertahap, dengan sekolah dasar harus selesai sebelum tahun ajaran baru dimulai. Meskipun sebagian pembangunan telah berjalan, untuk SMA mungkin baru bisa digunakan tahun depan. Tindakan ini dilakukan untuk mengembalikan kondisi normal sekolah dan memastikan kenyamanan siswa dalam proses pembelajaran.

Source link