Koalisi Masyarakat Sipil dengan tegas mengutuk dan mendesak penegakan hukum yang tuntas terhadap kasus penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Dimas Bagus Arya, Koordinator KontraS, menegaskan bahwa insiden tersebut menandai hilangnya iklim demokrasi di Indonesia. Ia juga mengungkapkan bahwa KontraS telah menjadi korban teror dan intimidasi selama 28 tahun. Menyikapi hal ini, pihak KontraS menuntut aparat penegak hukum untuk serius mengungkap kasus ini. Amnesty International Indonesia juga mengutuk keras serangan tersebut dan meminta penyelidikan yang cermat. Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menilai Andrie sebagai sosok yang berani dan mendesak kepolisian untuk mengungkap pelaku dan dalang di balik serangan tersebut. Insiden tersebut terjadi setelah Andrie menghadiri acara podcast di kantor YLBHI sekitar pukul 23.00 WIB, dan akibatnya, ia mengalami luka bakar serius. Para pelaku diduga menggunakan sepeda motor Honda Beat dan telah diidentifikasi berdasarkan ciri-ciri yang diinformasikan oleh Koordinator KontraS. Semua pihak berharap agar kepolisian dapat bertindak secara cepat dan serius dalam mengungkap kasus ini.
”Koalisi Desak Polisi Usut Teror Terhadap Aktivis KontraS”
