Kualitas Udara Jakarta Saat Liburan: Dampak Tingginya Mudik

by

JAKARTA — Saat sebagian warga Jakarta menikmati suasana libur dan arus mudik mulai mengubah ritme kota, kualitas udara ibu kota justru tercatat memburuk. Pada Rabu pagi, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta berada di angka 151, masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi polutan PM2,5 tercatat 56 mikrogram per meter kubik, jauh melampaui panduan kualitas udara yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM2,5 Masih Jadi Ancaman Serius

PM2,5 adalah partikel sangat halus yang dapat masuk hingga ke saluran pernapasan dan memicu gangguan kesehatan serius. Dalam paparan jangka panjang, polutan ini juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kematian dini, terutama pada penderita penyakit jantung dan gangguan paru-paru kronis. Kondisi tersebut membuat kualitas udara Jakarta kembali menjadi perhatian, terlebih di tengah meningkatnya mobilitas warga selama masa liburan.

Warga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, menutup jendela rumah, serta menyalakan alat penyaring udara bila tersedia. Langkah-langkah ini dinilai penting untuk mengurangi paparan langsung terhadap udara yang tercemar.

Jakarta Masuk Lima Besar Terburuk

Di tingkat nasional, kualitas udara Jakarta pada hari yang sama tercatat sebagai yang kelima terburuk. Tangerang Selatan menempati posisi paling buruk, disusul Serpong, Bandung, dan Bekasi. Data ini menunjukkan persoalan pencemaran udara di wilayah Jabodetabek masih saling berkaitan dan tidak bisa dilihat sebagai masalah Jakarta semata.

Pemprov DKI Kaji Ulang Strategi Pengendalian

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU). Evaluasi itu mencakup tren PM2,5, sumber emisi dari berbagai sektor, hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Pemprov menilai pengendalian udara tidak cukup dilakukan dari satu titik, melainkan perlu kolaborasi lintas sektor dan antarwilayah di sekitar Jakarta.

Penguatan SPPU berbasis data disebut menjadi kunci untuk menekan pencemaran udara secara lebih terukur. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap perbaikan kualitas udara bisa berjalan seiring dengan perlindungan kesehatan warga dan pemulihan kualitas lingkungan perkotaan.

Source link