Film “Pelangi di Mars” memberikan hiburan menarik bagi pecinta film tanah air di tengah derasnya tayangan komedi, horor, dan drama percintaan. Diproduksi oleh Mahakarya Pictures dan disutradarai oleh Upie Guava, film ini menampilkan cerita sci-fi yang mengikuti petualangan Pelangi, seorang anak yang lahir di planet Mars, bersama teman-teman robotnya. Mereka berusaha keras untuk mengejar impian mereka di planet merah itu. Dengan muatan petualangan yang mengundang imajinasi, film ini sangat cocok dinikmati bersama keluarga, terutama saat momen libur lebaran. Dengan plot yang berbeda dan seru, “Pelangi di Mars” berhasil menarik perhatian penonton, seperti yang diungkapkan oleh Kirana, seorang pecinta film di Kota Kediri. Para penggemar film sci-fi ala Hollywood juga disarankan untuk menonton film ini, karena memiliki kualitas yang sama dengan film-film internasional seperti Star Wars, Guardian Of Galaxy, dan Avatar. Pelangi di Mars merupakan hasil kerja keras selama lima tahun, melibatkan berbagai talenta terbaik Indonesia, mulai dari animator hingga VFX artist. Film ini juga menjadi film Indonesia pertama yang menggunakan teknologi Extended Reality (XR) secara luas, sebuah inovasi baru dalam dunia perfilman global. Dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, dan Livy Renata dengan suara ikonik dari Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, hingga Dimitri Arditya. “Pelangi di Mars” berhasil menghadirkan karya film yang membanggakan, menunjukkan potensi besar dari sinema Indonesia.
Memperkenalkan Pelangi di Mars: Fenomena Baru dalam Dunia Perfilman Indonesia
