Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan penjelasan bahwa pasukan Indonesia yang akan dikirim ke Gaza dalam misi Board of Peace (BoP) adalah untuk Pasukan Perdamaian (Peacekeeping Force). Hal ini diungkapkan dalam acara ‘Presiden Prabowo Menjawab’ yang diselenggarakan di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan disiarkan pada Kamis (19/3). Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi militer terhadap Hamas atau dalam pelucutan senjata kelompok pejuang kemerdekaan Palestina tersebut.
Sumber berita sebelumnya dari media massa Israel, Haaretz, menyebutkan rencana Indonesia akan menempatkan 500 prajurit sebagai gelombang pertama pasukan ke Gaza untuk melucuti senjata Hamas pada bulan Mei mendatang. Namun, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan terlibat dalam aksi militer terhadap Hamas dan tidak akan ikut dalam pelucutan senjata kelompok tersebut. Fokus misi tersebut adalah untuk menjaga rakyat sipil dari serangan apapun.
Rencana pengiriman pasukan saat ini ditangguhkan akibat eskalasi situasi antara Iran dan aliansi Amerika Serikat-Israel. Prabowo menyatakan bahwa penangguhan rencana pengiriman pasukan dilakukan setelah konsultasi dengan berbagai pihak menyusul meningkatnya konflik di kawasan tersebut. Sebelumnya, berita dari Haaretz mencatat keraguan dari pihak militer Israel terkait kemampuan pasukan RI untuk melucuti senjata Hamas. IDF juga mengungkapkan bahwa Hamas sedang membangun kembali kemampuannya dengan cepat.
Indonesia sebelumnya berencana mengirim hingga 8.000 personel TNI untuk misi perdamaian dan stabilisasi kemanusiaan di Gaza, namun pelaksanaannya masih menunggu mandat resmi PBB dan kondisi yang lebih kondusif di lapangan. Prabowo menegaskan bahwa rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza adalah untuk perlindungan warga sipil di tengah konflik. Persetujuan dari tokoh Palestina, negara-negara mayoritas Muslim, dan Hamas sebagai pihak yang menguasai wilayah tersebut dianggap penting dalam pelaksanaan misi Board of Peace.
Board of Peace adalah entitas multilateral yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump, di mana Indonesia, negara-negara Islam, negara Arab, dan Israel terlibat. Israel termasuk dalam organisasi tersebut, namun Palestina tidak. Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi kekuatan penjaga perdamaian dalam misi tersebut.



