Respon Hendrik Irawan Pasca Penutupan SPPG: Buntut Joget Cuan MBG

by

Hendrik Irawan, pria yang viral karena aksi berjoget cuan Makan Bergizi Gratis (MBG), memberikan penjelasan terkait kontroversi yang muncul. Dalam video yang menjadi perbincangan publik, pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengklaim mendapatkan cuan sebesar Rp6 juta per hari dari program MBG. Namun, SPPG miliknya di Desa Pangauban, Kecamatan Barujajar, Kabupaten Bandung Barat ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena tidak memenuhi standar fasilitas yang diperlukan.

Hendrik menjelaskan bahwa aksi berjoget tersebut sebenarnya sudah dilakukannya sejak lama, namun baru diunggah ke media sosial belakangan ini. Ia juga menegaskan bahwa tidak bermaksud untuk menyombongkan diri terkait insentif yang diterimanya. Meskipun video tersebut menjadi viral dengan konteks negatif, Hendrik tidak berniat merendahkan program Presiden RI, Prabowo Subianto. Meskipun sempat terpicu emosi dan berencana melaporkan beberapa akun media sosial ke polisi saat video tersebut menjadi viral, ia akhirnya mengurungkan niatnya.

Hendrik juga menyampaikan permohonan maaf terbuka atas aksinya tersebut dan menerima konsekuensi penutupan sementara SPPG miliknya. Pihak berwenang juga telah menutup SPPG Pangauban sementara karena infrastruktur yang dibangun tidak sesuai standar. Ramzi, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan Hendrik mencoreng nilai baik di balik program MBG yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas anak-anak.

Saat ini, SPPG Pangauban yang dimiliki oleh Hendrik Irawan ditutup sementara sebagai akibat dari viralnya aksi berjoget-joget yang dilakukan. Selain itu, ada infrastruktur yang dibangun tidak sesuai standar. Proses penutupan sementara tersebut akan diikuti dengan pengecekan lanjutan sebelum SPPG dibuka kembali. Kami menyarankan untuk membaca artikel lengkapnya untuk informasi lebih lanjut.

Source link