Praja Pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) gelombang ketiga di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, diminta menjaga konsistensi kinerja selama masa penugasan. Konsistensi tersebut dinilai penting agar pengabdian praja dapat memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pemulihan daerah. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan pesan tersebut saat menjadi pembina apel penerimaan Satuan Praja Pratama (praja tingkat satu) di Aceh Tamiang. Ia menegaskan bahwa gelombang penugasan kali ini berpotensi menjadi penugasan terakhir, sehingga praja diharapkan mampu menutup masa pengabdian dengan baik tanpa meninggalkan catatan negatif.
Bima juga mengingatkan kondisi Aceh Tamiang tiga bulan lalu yang berada dalam situasi sulit, dengan keterbatasan sarana dasar serta aktivitas pemerintahan yang sempat terhenti. Menurutnya, praja yang ditugaskan sebelumnya menghadapi kondisi yang jauh dari ideal, namun dalam tiga bulan terakhir situasi telah berangsur pulih berkat kerja keras praja bersama pemerintah daerah (Pemda) dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Saat ini, aktivitas pemerintahan telah kembali berjalan dan layanan publik mulai normal.
Bima menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi serta memanfaatkan masa penugasan sebagai ruang pembelajaran. Ia juga menyoroti bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memulai dengan baik, tetapi juga oleh kemampuan menyelesaikan tugas dengan baik. Sebelum apel penerimaan, Bima meninjau langsung titik operasi di Dusun Bahagia dan Dusun Amalia yang akan menjadi lokasi penugasan praja. Di lokasi tersebut, praja akan difokuskan pada kegiatan pembersihan lumpur di rumah warga, drainase, serta jalan desa sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan pascabencana.
