Penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kabupaten Maros, Sulawesi Selatan menimbulkan sorotan yang tidak sedikit. Salah satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, terpaksa menghentikan operasionalnya secara mendadak. Keputusan ini merupakan bagian dari kebijakan penghentian sementara sejumlah SPPG di Maros setelah evaluasi dari Badan Gizi Nasional. Dampaknya, distribusi makanan bergizi kepada ribuan penerima manfaat terhenti dan puluhan pekerja serta relawan terancam kehilangan pekerjaan. Pengelola SPPG Pajukukang, Andi Syarifuddin atau akrab disapa Puang Esa’, menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut karena dianggap tidak koordinatif. Menurut pengelola, alasan penutupan berkaitan dengan IPAL yang dinilai belum memenuhi standar, meskipun tidak pernah ada keluhan masyarakat terkait limbah dapur sebelumnya. Meski telah memesan IPAL baru untuk memenuhi standar, proses pemasangan harus menunggu antrean hingga tiga bulan. Penutupan SPPG di Maros berdampak luas terutama bagi masyarakat pesisir yang menjadi penerima manfaat program MBG, serta puluhan pekerja di dapur yang harus berhenti sementara. Diharapkan evaluasi ulang serta kejelasan standar agar operasional dapur dapat segera kembali berjalan. Penutupan SPPG di berbagai kecamatan di Maros terjadi secara bertahap sejak akhir Maret hingga awal April 2026, mengundang harapan untuk adanya evaluasi ulang dan kejelasan standar agar operasional dapur dapat kembali normal.
SPPG di Bontoa Maros Disetop Mendadak: Diduga Tebang Pilih





